Minggu, 23 September 2018 | 17:45:56 WIB

Di Pasar Minggu, Prajurit TNI Ini Disebut Ustadz Oleh Warga

Sabtu, 11 November 2017 | 20:40 WIB
Di Pasar Minggu, Prajurit TNI Ini Disebut Ustadz Oleh Warga

(FOTO : KODIM0504/LINDIO)

JAKARTA, LINDO - Sekilas tidak ada yang tampak menonjol dari sosok pria sederhana kelahiran Jepara, 15 Januari 1970 yang mengawali karier masuk Tamtama Militer Sukarela tahun 1990/1991 yang kini telah menjadi Bintara dengan pangkat Sersan Mayor, Dialah Serma Fikri Mustofa, seorang Babinsa Kelurahan Jatipadang, Koramil 03 Pasar Minggu, Kodim 0504/Jakarta Selatan (JS).

Dalam melaksanakan tugas keseharian, Serma Fikri Mustofa sebagai Babinsa di wilayahnya tampak biasa sebagaimana rekan-rekan Babinsa lainnya, tugas dilaksanakannya dengan baik dan dilandasi rasa tanggung jawab.

Sebagai Babinsa Koramil 03 Pasar Minggu dibawah Komando dan Pengendalian Komandan Koramil (Danramil) 03/Pasar Minggu Mayor Chb Purwanto, S.Psi, Serma Fikri Mustofa dalam melaksanakan monitoring wilayah di Kelurahan Jatipadang tersebut dibantu oleh rekan partner Babinsa Kopda Wahyu Hidayat.

Menurut Danramil 03/Pasar Minggu, rupanya ada sekilas potensi dan kompetensi yang ia miliki dengan panggilan sapaan yang familier dan khas yaitu sebuah predikat panggilan Ustadz Fikri dari pada nama panggilan pangkat Serma Fikri.

"Hal ini tidak lain karena Bintara yang satu ini cukup fasih dalam melantunkan, membacakan ayat-ayat suci Al Qur'an dalam setiap event-event tertentu, ia diminta oleh warga masyarakat untuk memberikan Tausyiah ataupun membaca do'a baik acara formal kedinasan, juga dalam Peringatan Hari Besar Agama maupun acara-acara tertentu lainnya. Sehingga kebanyakan orang maupun dari Babinsa yang lain tidak ragu memangginya dengan sebutan Ustadz," terang Mayor Chb Purwanto.

Semua memang telah digariskan oleh Allah SWT, bahwa Serma Fikri Mustofa pernah berkesempat nyantri di salah satu Pondok Pesantren di Kudus, Jawa Tengah selama 6 tahun sebelum yang bersangkutan masuk menjadi tentara.

Setelah lulus pendidikan SD tahun 1983, masuk pesantren sambil sekolah SMP. Gambaran aktifitas selama di pesantren bangun pukul 4 pagi langsung ke Masjid Sholat Subuh berjamaah bersama Kyai, selesai Sholat Subuh dilanjutkan mengaji Al Qur'an di hadapan guru/Kyai.

Selesai mengaji Al Qur'an, kemudian ke dapur masak untuk sarapan, empat santri dalam satu penampan. Kemudian berangkat sekolah SMP, pulang dari SMP pukul 13.00 wib .

Selanjutnya pukul 14.00 wib harus sudah masuk Madrasah Diniyyah sampai pukul 17.00 wib lalu kembali ke pondok. Sehabis Maghrib belajar kitab bersama dengan santri-santri lainnya, kemudian sehabis Isya' belajar masing masing.

Setelah lulus SMP melanjutkan Sekolah ke MA Walisongo Jepara sambil mondok 3 tahun sampai kelas 3. Itu sekilas gambaran aktifitas Serma Fikri Mustofa selama di Pondok Pesantren sebelum akhirnya meniti karier di Militer Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Serma Fikri Mustofa atas kemampuan istiqomah di bidang agama pada tahun 2012, ia mendapatkan hadiah Umroh Penghargaan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), sehingga rasanya lengkap sudah atribut dan label kehidupan pribadi maupun kariernya di Militer, tidak ada kata lain dalam mengungkapkan hal ini selain kata "Bersyukur".

Sehingga sebuah pepatah mengatakan dan sebuah lagu melantunkan "Berakit-rakit ke hulu. Berenang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu baru kemudian, Berbahagia".

"Sosok Serma Fikri Mustofa dalam melaksanakan tugas sebagai aparat Kewilayahan Babinsa Koramil 03/Pasar Minggu, juga sambil mendakwahkan Syiar agama Islam, sehingga hidup dan keberadaan kita dapat memberikan sebesar-sebesarnya nilai manfaat bagi warga masyarakat sekitar," ujar Mayor Chb Purwanto.
 

Berita Terkait