Rabu, 18 Juli 2018 | 09:46:19 WIB

Komentar Lion Air soal Personel yang Curi Bagasi Penumpang

Senin, 4 Januari 2016 | 01:24 WIB
Komentar Lion Air soal Personel yang Curi Bagasi Penumpang

Para penumpang sedang antri di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (FOTO: ANT/LINDO)

TANGERANG, LINDO - Polres Bandara Soekarno Hatta menangkap empat kawanan pencuri bagasi pesawat Lion Air, Sabtu 2 Januari 2016. Petugas maskapai disinyalir sebagai pelaku pencurian barang dari tas penumpang.

Pengungkapan kasus pencurian bagasi itu, terbantu dari rekaman CCTV yang terpasang. Diketahui, keempat orang tersangka itu masing-masing berinisial A, A, M dan S.  

Pengakuan seorang pelaku berinisal S, aksi pencurian bagasi itu juga diketahui oleh oknum petugas keamanan setempat.

"Malah security kasih kode ke kita sebelum beraksi, kalau situasi aman baru kita bongkar kopernya. Nanti tinggal kasih bagian saja," jelas S, Minggu (3/1), yang sudah sejak tahun 2014 bekerja.

Sementara Public Relation PT Lion Air, Andy Saladin mengaku, telah bekerja sama dengan pihak internal untuk melakukan investigasi. Pihaknya juga bekerja sama dengan petugas keamanan bandara serta polisi.

"Kita investigasi sama-sama, jika memang terbukti ada security maskapai yang terlibat, tentu kami serahkan ke pihak kepolisian, karena memang domainnya pihak Polisi" tutup dia.

Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap empat kawanan pencuri bagasi pesawat. Keempat tersangka merupakan oknum kuli panggul (porter) bandara.

Dari hasil penyelidikan petugas Polres Bandara Soetta, menyimpulkan, tindak pencurian itu dilakukan secara sistematis hingga melibatkan petugas keamanan sebuah maskapai swasta.

Peristiwa pengungkapan tersebut bermula, saat 16 November 2015 lalu. Petugas Polres Bandara Soetta mendapatkan laporan dan secara diam-diam melakukan penelusuran pencurian tersebut.

Dan pada Sabtu 2 Januari 2016 malam kemarin, petugas menyaksikan langsung aksi oknum porter tersebut, dari rekaman kamera CCTV yang terpasang oleh pengelola bandara PT Angkasa Pura II.  

Dari hasil rekaman tersebut, diketahui ada empat orang tersangka yang masing-masing berinisial A, A, M dan S.  

Terlihat dalam rekaman CCTV yang ditunjukkan, empat oknum porter itu dengan santai membuka tas dan koper milik penumpang.

Pelaku berinisial S, mengaku terpaksa mencuri karena sudah menjadi tradisi yang turun temurun dilakukan oleh pekerja porter.

“Saya dipaksa untuk mencuri oleh rekan-rekan lain. Kalau tidak mau malah diancam akan dipukuli, ya akhirnya saya turutin, karena ini kan hasilnya buat sama-sama,” kata S, yang bekerja sejak tahun 2014 lalu, menerangkan.

Kapolres Bandara Soetta, Ajun Komisaris Besar Roycke Harry Langie belum mau banyak berkomentar, “Penyelidikan masih berlangsung dan kami masih terus dalami hal ini, teman-teman wartawan bersabar dulu” ujarnya, Minggu (3/1).

S juga mengakui jika keamanan maskapai itu juga berperan dalam terciptanya pencurian tersebut. Peran petugas keamanan maskapai itu yakni membantu melihat kondisi sekeliling sebelum oknum porter membongkar tas penumpang dan mencuri barang berharga di dalamnya. (MTV)

Berita Terkait