Selasa, 22 Mei 2018 | 05:47:43 WIB

TNI dan Polri Berikan Sikap Soal Kematian Warga Lede di Taliabo

Selasa, 5 Desember 2017 | 17:50 WIB
TNI dan Polri Berikan Sikap Soal Kematian Warga Lede di Taliabo

(FOTO: PENREM 152 BABULLAH/LINDO)

TERNATE, LINDO - Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali memberikan sikap tentang keseriusannya dalam penanganan soal permasalahan yang terjadi di Lede sehingga mengakibatkan tewasnya La Gode.

Untuk itu pada petang kemarin Kodam XVI/Pattimura menggelar jumpa Pers yang dihadiri langsung oleh Kapendam XVI/Pattimura Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho, Dandenpom Ternate Letkol Cpm Ali Mustofa, Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendri Badar, Camat Lede La Wani, S.Pd, Ws Kapenrem 152/Babullah Kapten Inf Heru Darujito beserta dua orang tokoh masyarakat Lede yang diadakan di Mako Detasemen Polisi Militer XVI/1 Ternate Jalan Pahlawan Revolusi Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Dalam jumpa pers tersebut Kapendam XVI/Pattimura menyampaikan bahwa Panglima Kodam XVI/Pattimura telah menginstruksikan agar permasalahan ini diusut tuntas oleh karenanya sebagai langkah telah dikirim 11 orang penyidik dan penyelidik yang terjun langsung ke Lede dan saat ini proses tersebut masih berlangsung.

"Percayalah bahwa kami bekerja secara simultan dan professional sehingga kami tidak mau terburu-buru menarik kesimpulan perlu pendalaman dan pengungkapan fakta secara konprehensif sehingga hal tersebut membutuhkan proses dan waktu. Untuk itu kami minta agar semua pihak bersabar yah," kata Kapendam XVI/Pattimura Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho.

Senada dengan Kapendam XVI/Pattimura, Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendri Badar menyampaikan bahwa pihaknya saat ini telah melakukan pemeriksaan beberapa saksi serta telah memanggil istri dari Almarhum La Gode namun informasinya yang bersangkutan masih ada di Jakarta sehingga pemeriksaan belum bisa dilakukan.

"Kami rencanakan pemanggilan ulang, hasil penyidikan kami nantinya akan dilakukan gelar perkara sehingga lebih transparan kepada publik," ujar Kabid.

Sementara Camat Lede La Wani S.Pd mengungkapkan bahwa pihak pemerintah Kecamatan Lede dalam kesempatan ini juga menyampaikan mendukung proses penyidikan ini, namun keberadaan Pos Satgas TNI di Lede harus tetap dipertahankan karena memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Selain itu, kedua tokoh masyarakat dalam jumpa pers itu juga angkat bicara soal situasi di Lede. Saat ini kata mereka setelah kematian La Gode kini warga semakin nyaman karena selama ini almarhum sudah dikenal umum sebagai pelaku tindak kejahatan dengan ciri-ciri selalu menggunakan pakaian daster dan berjilbab serta membawa senjata tajam jenis parang dalam setiap melakukan aksi kejahatan.

"Setelah kematian almarhum warga sudah bisa tidur nyenyak tanpa khawatir adanya pencurian lagi," tuturnya.  (Faisal/Penrem 152)

Berita Terkait