Selasa, 12 Desember 2017 | 09:29:55 WIB

Sengketa Tanah, Pemalsuan Dokumen Hingga Pra Peradilan, Kuasa Hukum Tetap Berjuang

Rabu, 6 Desember 2017 | 21:14 WIB
Sengketa Tanah, Pemalsuan Dokumen Hingga Pra Peradilan, Kuasa Hukum Tetap Berjuang

(FOTO: AHMAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Polemik kasus harta warisan yang tengah terjadi didalam Keluarga besar  H Ismayadi kini berada dalam pertentangan sengit antara keturunan isteri pertama (Yanti Mala) dengan isteri kedua (Kartinah), Ade  Aryudi, SE (putra dari pasangan Ismayadi dengan Kartinah) yang merupakan adik tiri Iwan Kurniawan (putra dari pasangan Ismayadi dengan Yanti Mala).

Diberitakan sebelumnya bahwa Ade Aryudi, SE diduga telah memalsukan tanda tangan Lurah Cakung Timur, Sumardiyono pada Akta Jual Beli (AJB) sebidang tanah yang dibeli mendiang ayahnya, bukti laporan-1, yang berawal dari kasus harta warisan ini terus bergulir hingga Pra Peradilan terhadap Kepolisian RI yang dilakukan Ade Aryudi, SE

Sebenarnya Pra-Peradilan juga merupakan perwujudan hak setiap orang untuk menuntut ganti kerugian  dan rehabilitasi atas penangkapan dan penahanan yang tidak sah.

Dalam Pasal 1 angka 10 dan Pasal 77 KUHAP menentukan bahwa Pra-peradilan adalah wewenang pengadilan negeri untuk  memeriksa dan memutus saat sidang Pra-peradilan Nomor 10/PID. Pra/2017/Pn.Jkt. Tim yang diajukan H. Ade Aryudi, SE selaku pemohon (tersangka) yang digelar di PN Jakarta Timur, dengan mengagendakan kesimpulan yang dipimpin Hakim tunggal H. Dwi Dayanto, SH, MH pada, Rabu (6/12) akhirnya nanti agenda putusan yang rencananya Kamis, namun diundur hingga Senin lusa

Keterangan Kuasa hukum, Iwan Kurniawan selaku Penggugat, Esperanza Samosir, SH dan Oky Utomo, SH C.L.A dari kantor Pengacara Esperanza Samosir & Partners Attorneys & Counsellors At Law ketika ditanya Awak Media mengatakan bahwa pihaknya akan terus lakukan langkah-langkah yang perlu untuk klien kami.

"Semua telah bergulir sesuai dengan yang di agendakan. Kita akan terus komitmen berjuang untuk keadilan," tutur Esperanza kepada awak media.

Untuk agenda sidang kesimpulan yang digelar sidang pada hari ini, Rabu hingga agenda putusan seharusnya Kamis lusa namun diundur hingga Senin. Kita akan terus mengawal hingga tuntas, untuk dapat kepastian bahwa Ade Aryudi, SE memang bersalah secara sah dan menyakinkan.

"Seharusnya penyidik Polres Jakarta Timur sudah P21 kan karena kasusnya sudah setahun, karena prosesnya sesuai secara Prosedural," ungkap Esperanza

Sementara itu, Humas dan juru bicara PN Jaktim, Dr. Syafrudin A. Rafiek,  SH, M.Hum saat ditanya para wartawan pun hanya menjelaskan secara normatif. Namun tidak dapat memberikan keterangan secara DETAIL terkait sidang pra peradilan yang digelar.

Saat ditanya terkait sidang Pra Peradilan Nomor Perkara 6/Pid.Pra/2017/Pn.Jkt. Tim yang telah di TETAPKAN : Mengabulkan Pencabutan Permohonan Pra Peradilan Pemohon, Syafrudin mengatakan bahwa hal itu sah-sah saja karena mungkin ada yang kurang lengkap. (AHMAD)

EDITOR : ALDY MADJIT

Berita Terkait

Baca Juga