Kamis, 19 Juli 2018 | 07:04:56 WIB

AGK Batal Maju Dalam Pilkada Malut Dua Periode

Minggu, 10 Desember 2017 | 10:53 WIB
AGK Batal Maju Dalam Pilkada Malut Dua Periode

Bakal calon gubernur petahana Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (AGK) dan pasangan bakal calon Gubernur Muhammad Kasuba (MK) dan Majid Husen (Maju). (FOTO: FB/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) akhirnya memutuskan membatalkan bakal calon gubernur petahana Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (AGK) untuk maju dalam pemilihan kepala daerah Malut dua peeiode.

AGK juga sejak awal berharap mendapat rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) namun hal itu juga belum pasti. Bahkan tiga partai koalisi seperti PKS dan Gerindra yang sudah digenggam pun terpaksa lepas dan beralih ke bakal calon lain.

Melalui keputusan final rekomendasi DPP PKS yang menggantikan posisi AGK dengan Muhammad Kasuba MK dan Masjid Husein sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur 2018.

"Keputusan ini sudah disampaikan secara resmi dalam bentuk lisan oleh DPP Salim Assagaf Aljufri yang dibacakan oleh Presiden Partai Muhammad Sohibudiman ke pengurus DPW. Ini kejelasan yang beberapa waktu lalu menjadi kebingungan publik di Maluku Utara, entah AGK atau MK yang bertarung, tetapi keputusan ini sudah menjawab semua yang menjadi kegelisahan kita selama ini," ujar Ketua DPW PKS Malut Ridwan Husein kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/12).

Soal koalisi, kata Ridwan, SK sudah keluar untuk Gerindra mungkin dalam waktu dekat juga sudah dikeluarkan. "Saya sementara ini masih di Jakarta untuk menunggu SK. Nanti kalau sudah ada SK baru saya sampaikan ke media lagi," sambungnya.

Lebih lanjut Ridwan menegaskan ada beberapa alasan PKS menggantikan AGK dengan MK, pertama PKS komitmen dengan koalisi nasional hingga ke daerah. Kedua PKS melihat injury time (perpanjangan waktu) sehingga sudah saatnya mengambil keputusan.

"Yang kami takutkan ketinggalan dari rekan-rekan koalisi, sehingga berakhir tak bisa mengusung lagi," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Ridwan PKS dengan cepat mengambil keputusan mengingat sangat singkat karena waktu pndaftran ke KPU Malut pada bulan Januari 2018.

"Pendaftaran di KPU Malut nanti dibulan Januari 2018, makanya kami harus mengambil keputusan untuk menyerahkan SK ke pasangan Muhammad Kasuba (MK) dan Majid Husen (Maju) dalam pilkada Malut," ungkapnya.

Sementara itu informasi yang diperoleh, AGK sendiri masih ngotot mau menunggu PDIP. Sedangkan PDIP sendiri belum ada kejelasan yang pasti.

"PKS tetap konsisten dengan keputusan awal yang memaketkan AGK-Masjid Husen, hanya saja AGK menolak paket dengan Majid, maka AGK harus digantikan dengan MK," tuturnya. (ALDY)

Berita Terkait