Sabtu, 15 Desember 2018 | 23:25:48 WIB

Golkar: Airlangga tidak Dipersiapkan jadi Cawapres Jokowi

Rabu, 20 Desember 2017 | 20:32 WIB
Golkar: Airlangga tidak Dipersiapkan jadi Cawapres Jokowi

Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto memberikan keterangan pada wartawan di Jakarta. (FOTO: TRIBUN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ketua Tim Sukses Airlangga Hartarto, Happy Bone Zulkarnaen, mengatakan tidak benar Airlangga Hartarto akan disiapkan menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi) untuk Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019.

"Airlangga dipersiapkan Cawapres itu ingin kami sampaikan tidak benar, sebab kita sekarang ini betul-betul fokus bagaimana membangun Golkar bersih, Golkar bangkit, Golkar menang dan Golkar yang mampu mendukung Jokowi Presiden," ujarnya di sela-sela Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golongan Karya (Munaslub Partai Golkar), di Jakarta, Rabu (20/12).

Ia mengemukakan hal itu menanggapi usulan kader senior partai berlambang pohon beringin itu, Fahmi Idris, agar Munaslub Partai Golkar turut mendorong Airlangga sebagai Cawapres Jokowi.

Aspirasi seperti itu, menurut Happy, sah-sah saja, namun aspirasi itu hendaknya tidak mengganggu soliditas internal dan mengganggu hubungan eksternal Partai Golkar dengan pihak lain.

"Karena yang ingin tentu banyak, dari partai lain barangkali mempersiapkan. Kita sekarang tidak mempersiapkan masalah itu. Kita hanya fokus energi kita membangun Golkar bersih dan bangkit setelah itu mudah-mudahan elektabilitas kita meningkat," ujarnya.

Proses Munaslub Partai Golkar, dinilainya, berjalan dalam suasana yang baik. Perdebatan yang muncul dilakukan secara dewasa sebagai sebuah proses demokrasi berpolitik.

Dia menekankan munaslub itu fokus membicarakan upaya membangun Golkar bersih, dan bangkit dan mampu mendukung Presiden Jokowi untuk dua periode.

"Sama sekali kita tidak bicarakan cawapres. Baik di DPP, Munaslub, atau tim, tidak pernah membicarakan cawapres. Kita tidak mau energi terbuang tidak menentu. Yang kita pikirkan adalah bagaiamana elektabilitas naik, jangan sampai Golkar menjadi partai nomor tiga," demikian Happy Bone Zulkarnaen. (ANT)

Berita Terkait