Selasa, 13 November 2018 | 12:20:00 WIB

Menaker Kembali Ingatkan K3 sebagai Budaya Kerja

Selasa, 16 Januari 2018 | 17:10 WIB
Menaker Kembali Ingatkan K3 sebagai Budaya Kerja

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri kembali mengingatkan kepada perusahaan dan pekerja akan pentingnya memastikan norma ketenagakerjaan, termasuk  hal-hal terkait Keselamatan dan Kesehatan  Kerja (K3) harus berjalan dengan baik.

Hal tersebut disampaikannya, saat mengunjungi pembangunan terowongan kereta api Notog, di Dusun Gandulekor, Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, yang dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk, Selasa (16/1).

“Kita dikagetkan dengan kejadian runtuhnya selasar salah satu lantai di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyebabkan beberapa orang terluka. Ini harus menjadi keprihatinan kita semua. Masalah K3 harus terus menjadi perhatian dunia usaha,” tegas Menaker.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja, atau penyakit yang ditimbulkan dari lingkungan kerja lanjutnya, maka semua pihak harus menjadikan K3 menjadi budaya kerja bangsa Indonesia.

"Yakni terkait dengan kehati-hatian, pedisiplinan, kelengkapan alat keselamatan, alat pelindung diri dan sebagainya. K3 harus menjadi bagian budaya kerja,” jelas Hanif.

Menurutnya, ada beberapa penyebab kecelakan kerja terjadi. Antara lain disebabkan lemahnya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan dan unit penanggung jawab K3 di perusahaan tidak berfungsi optimal.

Untuk itu kata Hanif, kalangan dunia usaha harus mengoptimalkan pengawas K3 di tempat kerja. Apalagi pada pengerjaan proyek yang berisiko tinggi seperti membuat terowongan.

"Oleh karenanya, investasi terhadap K3 di perusahaan jangan dianggap sebagai beban. Investasi K3 justru menjadi bagian yang penting, bukan menjadi beban perusahaan. Hal ini harus terus diperhatikan, jangan menunggu kasus K3 makin banyak," papar menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. 

Pemerintah tambahnya, sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur di berbagai bidang. Masifnya pembangunan infrastruktur harus diimbangi dengan kesadaran K3, baik oleh perusahaan, pekerja serta masyarakat lebih luas.

"Kita meminta kepada seluruh perusahaan, baik di pemerintah maupun swasta untuk benar-benar memastikan masalah norma ketenagakerjaan dan K3 ini. Saya juga minta perusahaan dan Serikat Pekerja (SP) terus membina para pekerja juga untuk memiliki kesadaran mengenai K3,” ujar Hanif.

Ia menjelaskan, K3 merupakan suatu usaha dan usaha untuk membuat perlindungan dan keamanan dari kemungkinan kecelakaan dan bahaya baik fisik, mental ataupun emosional pada pekerja, perusahaan, orang-orang dan lingkungan. (ARMAN R)

Berita Terkait