Selasa, 14 Agustus 2018 | 21:13:33 WIB

Kompos 'Obat Muzarab' Untuk Kehidupan, Ini Penjelasan Danrindam

Jum'at, 2 Februari 2018 | 00:22 WIB
Kompos 'Obat Muzarab' Untuk Kehidupan, Ini Penjelasan Danrindam

(FOTO: PENDAM TANJUNGPURA/LINDO)

SINGKAWANG, LINDO - Komandan Resimen Induk Daerah Militer XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Khairul Anwar M, mengungkapkan sosialisasi pembuatan pupuk kompos ini diikuti 33 orang peserta perwakilan dari eselon pelayanan dan pelaksana Rindam XII/Tanjungpura. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Danrindam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Khairul Anwar M.

Dikatakanya,  program ini guna meningkatkan Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB). Caranya adalah berbentuk kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk kompos di kelas lapangan Satuan Pendidikan Latihan Tempur (DodikLatpur) Rindam XII/Tanjungpura, Singkawang, Kalimantan Barat, pada Rabu, 31 Januari 2018.

“Pada kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk kompos  yang diikuti sebanyak 33 orang peserta ini akan dilaksanakan selama satu pekan kedepan harus betul-betul dilaksanakan dengan penuh semangat dan motivasi yang tinggi,” kata Khairul Anwar.

Dijelasaknya,  kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk kompos sangat bermanfaat guna menambah pengetahuan tentang pembuatan pupuk kompos dan menjaga kebersihan. Selain itu, juga untuk kelestarian lingkungan.

Untuk sekadar diketahui,  hasil dari pupuk kompos tersebut dapat digunakan untuk  program penghijauan di lingkungan Rindam XII/Tanjungpura.  Dan juga bermanfaat bagi masyarakat disekitar dengan memanfaatkan limbah organik.

“Bahan-bahan organik tersebut mudah didapat dan hygienis untuk dibuat menjadi ragi, selanjutnya diproses menjadi bahan Dekomposer dalam pembuatan pupuk kompos,” ujar Khairul Anwar.

Dalam kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk kompos tersebut Danrindam XII/Tanjungpura mengundang Praktisi Pertanian Organik, Gatot Sutopo.  Tujuanya adalah untuk memberikan pendampingan kepada para peserta agar mereka dapat  mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan pupuk kompos dalam menunjang kebutuhan pupuk yang akhir - akhir ini dirasa sulit diperoleh.

“Besar harapannya kepada para peserta agar ilmu yang diperoleh nantinya bisa dikembangkan dilingkungan Rindam XII/Tanjungpura dan sekitarnya. Sehingga membawa dampak positif bagi kebersihan dan kesehatan serta menunjang kesejahteraan prajurit dan keluarga,” tuturnya.

Ditegaskan, kegiatan pembuatan pupuk kompos tidak boleh terhenti  begitu saja.  Namun begitu, harus terus dikembangkan dengan memunculkan inovasi - inovasi baru sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan bahan organik sehingga dapat mengurangi kerusakan lingkungan hidup.

Tentunya, dengan kegiatan itulah dapat menjadi contoh yang baik bagi personel TNI-AD di mana pun berada. Sebab, di lahan pekarangan sempit pun ditanami sejumlah tanaman pertanian berupa sayuran. Nah, pupuknya diperoleh dari sisa hasil produksi rumah tangga berupa bekas pemotongan sayuran yakni kacang panjang, kangkung, dan lain sebagainya.

Danrindam kembali mengingatkan dan menegaskan, bila tanah sudah tidak ada, gunakanlah lahan seadanya. Selain itu, bahan bekas berupa plastik juga bisa digunakan. "Sebab, dibuang sayang barang-barang bekas jika tidak digunakan," pesan Danrindam XII/Tanjungpura. (PENDAM TANJUNGPURA)

Berita Terkait