Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:05:39 WIB

Pembangunan Matra Darat Sesuai Jati Diri TNI Yang Berkarakter Sebagai Ksatria Dan Patriot Bangsa

Senin, 5 Februari 2018 | 16:29 WIB
Pembangunan Matra Darat Sesuai Jati Diri TNI Yang Berkarakter Sebagai Ksatria Dan Patriot Bangsa

(FOTO : ARMAN R/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), di Aula Jenderal Besar A.H Nasution, Mabesad, Jakarta, Senin (5/2). 

Dalam rangka mewujudkan visi Renstra TNI AD 2015-2019 dan dihadapkan pada perkembangan situasi saat ini, maka tema yang diusung pada Rapim kali ini adalah "Dengan Dilandasi Jiwa Ksatria, Militan, Loyal, Profesional, Modern Dan Kemanunggalan Dengan Rakyat, TNI AD Siap Mendukung Tugas Pokok TNI".

Tema ini adalah pedoman dalam pembangunan TNI AD yang sesuai jati diri TNI serta memiliki jiwa dan karakter sebagai ksatria dan patriot bangsa. 

Kasad Jenderal TNI Mulyono mengatakan, kegiatan Rapim TNI AD tahun 2018 ini, merupakan tindak Ianjut dari Rapim TNI yang dilaksanakan di Mabes TNI pada 23-24 Januari 2018 yang Ialu.

“Tujuan dari Rapim TNI AD ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan anggaran tahun 2017, menyamakan persepsi, menyampaikan kebijakan dan garis besar Petunjuk Pelaksanaan Program dan Anggaran (P3A) tahun 2018 serta pokok-pokok kebijakan pimpinan TNI AD pada 2018,” terang Jenderal TNI Mulyono. 

Rapim TNI AD tahun 2018 diikuti pejabat eselon pimpinan, Pembantu pimpinan, Panglima Komando Utama (Pangkotama), Komandan/Gubernur/Direktur dan Kepala Badan Pelaksana Pusat TNI AD serta pejabat Komandan Korem berpangkat perwira tinggi, yang akan berlangsung selama dua hari. 

Menurut Kasad, beberapa sasaran yang ingin dicapai berkaitan dengan Rapim TNI AD tahun 2018, sesuai dengan Program 100 Hari Panglima TNI dan merupakan Quick Win yang harus dicapai TNI AD.

Sasaran Rapim ini kata Kasad, yaitu penilaian'utama terhadap kapabilitas dan kapasitas dari semua pejabat terkait, diantaranya Bidang Organisasi, Bidang Doktrin, Bidang Personel, Bidang Pengembangan Kemampuan, Bidang Material dan Bidang Penggunaan Kekuatan untuk Perang maupun Selain Perang.

“Menghadapi perubahan paradigma pertempuran yang mengarah ke perang hibrida, TNI AD harus menyelaraskan Doktrin Kartika Eka Paksi dan doktrin-doktrin turunannya dengan Doktrin TNI Tri Dharma Eka Karma. Pusat Komando dan Pengendalian Angkatan Darat juga harus direvitalisasi sebagai fungsi strategis dalam pembinaan maupun penggunaan kekuatan TNI AD,” ujar orang nomor satu di TNI AD ini. 

Dalam Rapim TNI-Polri yang Ialu, Presiden mengingatkan tentang semakin berat dan kompleksnya tantangan kedepan. Panglima TNI menjelaskan, bahwa ancaman kesenjangan ekonomi, senjata biologi serta perang hibrida dan siber, harus diantisipasi dengan baik oleh bangsa Indonesia dan TNI AD secara bertahap melakukan penyelarasan pembangunan kekuatannya untuk menghadapi tantangan dan ancaman-ancaman tersebut. 

“TNI AD harus memiliki kepedulian terhadap kondisi rakyat dan bangsa Indonesia, agar terhindar dari krisis. Apalagi sebagai tentara rakyat yang memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Praiurit dan 8 Wajib TNI. TNI AD memiliki kewajiban untuk terlibat Iangsung dalam mengatasi permasalahan kebangsaan,” tegasnya.

Untuk itu tambah Kasad, selain untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat, kerjasama TNI dengan pemerintah juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan nasional. 

Dinamika lingkungan strategis tadi tentunya tidak bisa dihadapi hanya dengan business as usual, akan tetapi harus dengan cara berpikir dan bertindak secara extraordinary dan ”out of the box, seperti yang ditekankan oleh Panglima TNl.

“Oleh karenanya, selain terus menyiagakan kekuatan terpusat dan mengoptimalkan peran Komando Kewilayahan, TNl AD juga membangun kekuatan di Papua, Natuna, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan, untuk mengantisipasi eskalasi di kawasan regional dan di dalam negeri,” ungkap Kasad. 

Ia menambahkan, TNI AD juga harus diperkuat dengan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dan Sistem Siber yang handal, memiliki interoperabilitas antar Angkatan dan sesuai dengan tipologi wilayah.

Untuk mendukung tersebut, maka Fungsi Litbang harus diberdayakan secara optimal agar menghasllkan produk kaiian yang memiliki nilai strategis, bermanfaat secara fundamental dan berkelanjutan. (ARMAN R)

 

Berita Terkait

  1. WalterDix20 Februari 2018 | 10:29

    And in timelessness bear up under carefulness in drift niofer.wahl.amsterdam/handliche-artikel/fitness-app-zum-abnehmen-49683.html that no grease, ordered fancied receive ones, should be considered a weight-loss food. Coating your salad with grease can tiomar.richtig.amsterdam/handliche-artikel/kalorienbedarf-berechnen-frau-abnehmen-40934.html compute up up as a occasional calories as a in of spark something ice cream. It’s a global grated.suvit.online/online-consultatie/rauchfrei-stoffwechsel.html spread in search losing hegemony, and starting your day.