Jumat, 17 Agustus 2018 | 11:00:51 WIB

Presiden dan Wapres Makan Bersama Bahas Soal Ekonomi Hingga Asian Games 2018

Rabu, 7 Februari 2018 | 01:32 WIB
Presiden dan Wapres Makan Bersama Bahas Soal Ekonomi Hingga Asian Games 2018

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan keterangan pers pada wartawan di kantor Wapres di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (6/2). (FOTO: BIRO PERS ISTANA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pada siang hari, ada pemandangan yang berbeda dari lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta. Bila biasanya Wakil Presiden Jusuf Kalla yang bertamu ke Istana Merdeka, maka kali ini tampak Presiden Joko Widodo yang bertamu Jusuf Kalla ke Kantor Wakil Presiden.

"Selama ini saya suka diundang ke Istana. Ini beliau (Presiden) balas," kata Jusuf Kalla kepada sejumlah jurnalis di kantornya yang ada di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (6/2).

"Hari ini kunjungan balasan. Menunya yang masak Ibu Mufidah Jusuf Kalla," Presiden segera menimpali.

Presiden menuturkan, selain makan siang, ada beberapa hal yang dibicarakan keduanya. Mulai dari persoalan investasi, ekspor, hingga persiapan Asian Games 2018.

"Tadi bicara banyak hal terutama dengan investasi, meningkatkan investasi. Yang kedua, meningkatkan ekspor. Kita ada di dua hal ini. Investasi ditingkatkan dan ekspor ditingkatkan," ujar Presiden.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga memberikan pandangannya soal data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data tersebut menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2017 tumbuh sebesar 5,07 persen.

"Angka berapa pun kita memang harus ditingkatkan lagi. Karena peluang masih banyak dan harus kita ambil. Sekarang ini saatnya investasi dimulai di bidang apapun," tuturnya.

Adapun terkait dengan kemudahan berusaha guna meningkatkan investasi dimaksud, ia menyatakan bahwa pihaknya selalu menyampaikan kepada para menteri untuk melakukan penyederhanaan aturan. Penyederhanaan itu disebutnya sebagai kunci untuk meningkatkan investasi yang masuk ke Indonesia.

"Baru dua hari yang lalu Kementerian ESDM misalnya memotong 32 aturan yang menyederhanakan. Saya kira kementerian yang lain akan mengikuti," ucap Presiden mengakhiri. (AAD/YUDHI)

Berita Terkait