Rabu, 19 September 2018 | 14:28:53 WIB

Tim URC Kemnaker Selidiki Insiden Kecelakaan Kerja Tol Becakayu

Selasa, 20 Februari 2018 | 19:59 WIB
Tim URC Kemnaker Selidiki Insiden Kecelakaan Kerja Tol Becakayu

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Pengawas Ketenagakerjaan  Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah diterjunkan menyusul insiden ambruknya tiang pancang pada proyek konstruksi Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Selain menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan kerja, Tim URC ini juga mendalami kemungkinan adanya pelanggaran yang berkaitan dengan norma ketenagakerjaan.

“Kami telah terjunkan tim URC untuk menyelidiki kasus ini. Kita juga ingin memastikan hak-hak pekerja yang menjadi korban terpenuhi dengan baik perlindungannya,” kata Direktur Pembinaan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PNK3) Kemnaker Herman Prakoso Hidayat, di Jakarta, Selasa (21/2).

Tim URC lanjutnya, sudah diturunkan sejak adanya laporan ambruknya tol tersebut. Tim tersebut juga berkoordinasi dengan aparat dan pihak berwajib terkait untuk terus mendalami permasalahan tersebut.

Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diselidiki oleh tim URC, berkaitan dengan sarana dan prasarana K3 di lingkungan kerja, seperti penyediaan alat pelindung pekerja, penerapan sistem manajemen K3 dan lainnya. “Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar Herman.

Ia menambahkan, tim Kemnaker tersebut juga akan mendalami hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan hak-hak pekerja, seperti biaya pengobatan, asuransi, jaminan sosial, upah, dan sebagainya.

Hingga saat ini kata Herman, berdasarkan laporan sementara, diketahui ada tujuh orang yang menjadi korban kecelakaan kerja yang semuanya adalah pegawai kontruksi.

Adapun, ketujuh orang yang masih dalam perawatan adalah:

1.Supri (L – Kendal, 31 Desember 1971)

2.Kirpan (L – Banyumas, 16 Juli 1981

3.Sarmin (L – Kendal, 10 Maret 1972)

4.Rusman (L – Sukabumi, 11 November 1982)

5.Joni Arisman (L – Sukabumi, 1 Januari 1978)

6.Agus (L – 27 tahun)

  1. Waldi (41 tahun) asal Kendal, Jawa Tengah.

Semua korban mengalami luka dan menjalani rawat inap di rumah sakit dan biaya pengobatan sudah ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. (ARMAN R)

Berita Terkait