Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:19:55 WIB

Kepala BNP2TKI Akan Kejar Agen Penyalur Tri Wahyuni Di Hong Kong Yang Vidio Penyiksaannya Viral

Minggu, 4 Maret 2018 | 22:32 WIB
Kepala BNP2TKI Akan Kejar Agen Penyalur Tri Wahyuni Di Hong Kong Yang Vidio Penyiksaannya Viral

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. (FOTO : HUMASBNP2TKI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bergerak cepat menindaklanjuti viralnya vidio seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong yang disiksa majikannya dan merekamnya lewat live Facebook.

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, dari hasil penelusuran di Deputi Bidang  Penempatan dan Deputi Bidang Perlindungan serta koordinasi dengan pihak KJRI Hong Kong, diketahui bahwa PMI tersebut atas nama Tri Wahyuni berasal dari Blitar dengan nama majikan di Hong Kong adalah Tse Wai Keung (54 tahun).

“Informasi dari KJRI Hong Kong bahwa betul video tersebut viral di Hong Kong dan majikan telah diperiksa oleh polisi Hong Kong. Namun tidak ditahan, tetapi membayar sejumlah jaminan,” ungkap Nusron Wahid, pada Jumat (2/3).

PMI atas nama Tri Wahyuni (35 tahun) lanjutnya, terdaftar di Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Sisko TKLN) yang melakukan perpanjangan kontrak kerja langsung di KJRI Hong Kong. Awal pemberangkatan Tri Wahyuni dilakukan oleh Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) PT Bina Dinamita Rama yang bermitra dengan agen penyalur di Hong Kong yakni Loyal Servant Employment Agency.

“Sekarang lagi kita lacak ke PPTKIS, untuk mengetahui apakah dia perpanjang kontrak perorangan di sana, atau tetap lewat PPTKIS di Indonesia,” ungkap Nusron.

Secara prinsip tambahnya, BNP2TKI akan memberikan sanksi kepada PPTKIS kalau memang terbukti mengirim PMI kepada calon majikan yang salah.  Harusnya itu menurut Nusron, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya penempatannya saat itu, bahwa jaminan keamanan dan keselamatan menjadi yang utama, sehingga dalam menentukan majikan juga benar-benar tepat.

Seperti diketahui, sebuah video live Facebook yang memperlihatkan seorang majikan menyiksa dan mengancam membunuh PMI viral di Media Sosial (Medsos).  Dalam video tersebut, majikan itu masuk ke kamar PMI dan memukulinya. Majikan itu menampar dan menutup mulut PMI yang masih terus melakukan live Facebook. 

“Ya Allah, aku ditabok. Aku ditabok,” ucap PMI yang kemudian diketahui bernama Tri Wahyuni. Sementara itu, si majikan terus berteriak-teriak. 

Salah satu pengunggah video tersebut adalah akun Time News International. Majikan itu disebut berteriak mempertanyakan mengapa TKI itu tidak berbahasa China. Majikan itu disebut juga mengancam membunuh.

Nusron mengungkapkan, BNP2TKI memastikan, dalam menindaklanjuti kasus itu tidak hanya berhenti pada proses hukum pelaku penyiksaan saja. Tetapi juga memastikan apakah ada kesalahan dalam penempatan PMI atau tidak.

“Jadi, terlepas dari bahwa masalah perlindungan tetap menjadi hal utama dalam menyikapi kasus seperti ini, kami tetap lacak prosesnya dari mulai Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) hingga penempatan. Ini penting agar menjadi evaluasi dengan harapan ke depan celah-celah kelemahan tidak ditolerir,” terang Nusron.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Humas BNP2TKI Servulus Bobo Riti mengungkapkan, untuk mengawal kasus itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan KJRI Hong Kong.

“Kami akan memastikan penanganan hukum dari PMI atas nama Tri Wahyuni. Kami juga akan memastikan statusnya lewat PPTKIS yang menempatkannya dengan agensi mitranya di Hong Kong,” jelas Servulus. (ARMAN R)

Berita Terkait