Minggu, 23 September 2018 | 17:46:55 WIB

Kampanye Perdana, Pasangan BurJadi Tawarkan Empat Program Pada Masyarakat

Senin, 5 Maret 2018 | 11:51 WIB
Kampanye Perdana, Pasangan BurJadi Tawarkan Empat Program Pada Masyarakat

Calon Gubernur Maluku Utara (Malut) Burhan Abdurahman sedang memberikan paparan soal keluhan masyarakat Sofifi, Jumat (2/3). (FOTO: RIDWAN/LINDO)

SOFIFI, LINDO - Kampanye perdana Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) Burhan Abdurahman dan Ishak Jamaludin atau Bur-Jadi di Dusun Paceda, Desa Akedotilou, Kecamatan Oba, Kota Tidore, pada Jumat (2/3) lalu menyampaikan sejumlah program pada masyarakat.

Kandidat nomor urut dua ini dalam paparannya menyampaikan jika mereka diberikan kesempatan untuk memimpin Maluku Utara pada periode ini maka progaram kerja pertama BurJadi adalah merealisasikan soal pendidikan, kesehatan, pertanian, kesejahteraan masyarakat dan pemekaran ibukota provinsi yang ada di Sofifi..

"Mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) semua harus gratis. Sekolah harus bebas dari benban uang komite, karena itu akan memberi peluang semua anak untuk menyenangkan pendidikan. Saya ingin pendidikan di Maluku Utara bisa bersaing dengan daerah-daerah lain untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak sekolah yang berprestasi untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi," kata Burhan Abdurahman dihadapan para simpatisan dan pendukungnya.

Dalam kesempatan itu, Burhan menegaskan bahwa soal kesehatan adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Oleh sebab itu kata dia, BurJadi siap berkomitmen untuk membebaskan bagi masyarakat yang kurang mampu untuk berobat di rumah sakit maupun di Puskesmas dengan biaya gratis.

"Kalau berbicara soal pemberian kesehatan secara gratis pada masyarakat, sudah saatnya Maluku Utara harus lakukan seperti yang ada di kota Ternate saat ini saya canangkan," ujar Burhan.

Sementara soal pertanian, Burhan berjanji akan mengupayakan semaksimal mungkin agar petani Maluku Utara bisa menghasilkan produksi pertanian yang berunggulan seperti bawang, cabei, tomat dan lain-lain.

"Saya ingin masyarakat Maluku Utara tidak lagi menerima suplai cabe, bawang dan tomat dari luar daerah. Kalau hal itu dibiarkan amak akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat yang berada di wilayah Provinsi Maluku Utara tidak memiliki pekerjaan dan harga pertanian petani bisa naik," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Burhan menegaskan petani juga bisa mensejahteraan masyarakat Maluku Utara dengan sumber daya alam yang dimiliki yaitu lahan yang subur ini dapat dimanfaatkan oleh petani.

"Saya yakin petani kita juga bisa mensejahterakan masyarakat Maluku Utara dengan sumber daya alam yang kita miliki yaitu lahan yang subur ini dapat dimanfaatkan oleh petani kita sendiri," paparnya.

Dalam pidatato itu, Burhan berkeinginan untuk mengajak masyarakat Maluku Utara agar sama-sama memperjuangkan pemekaran Kota Sofifi menjadi ibukota pemerintah.

"Saya ingin Sofifi menjadi sentral pemerintah yang benar-benar berada di Sofifi, sehingga masyarakat disini bisa merasakan namanya ibukota. Saya rasa masyarakat disini ingin Kota Sofifi menjadi pusat perputaran pertumbuhan ekonomi yang menguntungkan, termasuk kegiatan sosial lainnya," ungkapnya.

Burhan memberi contoh saat ini pihaknya bersama tim sudah mencanangkan program sosial seperti program Barifola yang di buat selama menjabat Walikota Ternate.

"Alhamdulillah kegiatan program Barifola atau bangun rumah ini di priotaskan kepada orang yang tidak mampu atau rumah tidak layak dihuni dan sampa saat ini rumah yang sudah kami bangun mencapai angkat dua ratus lebih untuk rumah warga yang telah di bangun. Inilah salah satu kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh BurJadi," terangnya.

Mengacu dari uraian program diatas, Burhan ingin mengajak pada masyarakat agar bisa memilih pemimpin yang baik dan betul-betul mengurus Kota Sofifi termasuk memperhatikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di daratan Oba Utara hingga di Oba Tengah.  (RIDWAN)

Berita Terkait