Selasa, 19 Juni 2018 | 13:38:03 WIB

Kodim Tobelo Gelar Sosialisasi Netralitas TNI Jelang Pilkada Malut

Selasa, 13 Maret 2018 | 20:02 WIB
Kodim Tobelo Gelar Sosialisasi Netralitas TNI Jelang Pilkada Malut

(FOTO: KODIM TOBELO/LINDO)

TOBELO, LINDO - Kodim 1508/Tobelo menggelar sosialisasi netralitas TNI kepada prajurit TNI, PNS dan Keluarga Besar TNI (KBT). Acara itu digelar di Aula Kodim 1508/Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Sosialisasi tersebut digelar dalam rangka menghadapi moment pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara dengan mengusung tema "Melalui Pembinaan Netralitas TNI dalam Pemilu/Pilkada kita wujudkan Prajurit yang Profesional, tidak berpolitik Praktis, Netral dan tidak berpihak demi suksesnya Penyelenggaraan Pemilu/Pilkada di seluruh Wilayah NKRI".

Acara itu diikuti oleh Kasdim 1508/Tobelo Mayor Inf Robi Manuel, para Perwira Staf Dim 1508/Tobelo, personel Kodim 1508/Tobelo serta personel Koramil jajaran, PNS dan Keluarga Besar TNI (KBT). TNI dituntut untuk tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis, salah satu aktualisasinya, TNI harus bersikap netral dalam setiap kegiatan pesta Demokrasi (Pemilu/Pemilukada).

Kasdim 1508/Tobelo Mayor Inf Robi Manuel, dalam materinya menerangkan, berbicara terkait dengan Netralitas maka sudah banyak yang mengetahui dan mengerti dengan Netralitas maka itu kita dituntut untuk memegang netralitas dengan kuat. UU RI No 34/2004 tentang TNI pasal 2D menjelaskan Tentara profesional ialah Tentara yang tidak berpolitik praktis dan TNI Netral tidak memihak kepada salah satu kontestan dalam penyelenggaraan Pemilu/Pilkada.

Netralitas TNI bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis sesuai amanah reformasi internal TNI dalam UU No 34 TH 2004, mengharapkan agar terwujudnya solidaritas TNI yang dimana bersama rakyat TNI kuat untuk menjaga keutuhan NKRI maka itu jagalah netralitas dengan baik, ungkapnya.

"Amankan Pemilu sesuai tugas dan fungsi kita netral tidak memihak serta tidak memilih dan mengarahkan keluarga untuk memilih suatu kandidat, Para prajurit TNI tidak boleh memberi komentar, Penilaian, mendiskusikan serta pengarahan apapun berkaitan dengan kontestan Pemilu dan Pilkada kepada keluarga atau masyarakat serta dilarang menyimpan/menggunakan atribut yang menggambarkan identitas peserta Pemilu/Pilkada secara perorangan/satuan terlibat dalam kegiatan pemilu/pilkada serta tidak membuat tindakan atau pernyataan apapun," ujar Kasdim.

Sementara Komandan Kodim 1508/Tobelo Letkol Kav Tri Sugiarto dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan, meminta kepada seluruh personel untuk menjaga Netralitas TNI dalam Pilkada, bersikap netral dalam kehidupan politik, diartikan berdiri sama jarak dan tidak memihak serta tidak terpengaruh oleh tarikan Partai Politik untuk ikut memperjuangkan kepentingannya, serta tidak melibatkan diri pada kegiatan Politik Praktis atau tidak terlibat dalam kegiatan dukung-mendukung untuk kepentingan sesaat, Prajurit harus bisa mencegah politik praktis, politik uang dan hal-hal yang bisa menciderai Demokrasi.

Harapan saya sosialisasi ini bisa meneguhkan sikap setiap Prajurit agar tetap disiplin dan netral pada Pilkada, baik Prajurit yang hadir di sini, maupun Prajurit yang lagi dinas, ungkapnya. (FAISAL/WYU-1508).

Berita Terkait