Selasa, 19 Juni 2018 | 09:50:29 WIB

PN Timur Gelar Sidang Ijazah Palsu

Jum'at, 23 Maret 2018 | 01:59 WIB
PN Timur Gelar Sidang Ijazah Palsu

SIDANG STT SETIA KELANJUTAN DENGARLAN KETERANGAN SAKSI KORBAN. (FOTO: AHMAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Persidangan kasus pemalsuan ijazah palsu yang di terbitkan oleh STT Setia dengan terdakwa Matheus Mengantang dan Ernawaty Simbolon dalam agenda mendengar keterangan saksi di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/3).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asnawi, SH dan Handri, SH mereka menghadirkan saksi pelapor dan dua orang saksi korban, yaitu Sinta Tolles, Susana Kali dan Willem Frans Ansyanay SH.

Sebelum persidangan di mulai Willem selaku pelapor yang saat ini di kuasakan para korban mengungkapkan rasa kekecewaan karena modus yang selalu di kemas dengan dali pendidikan institut ke Agamaan.

Karena menurutnya, kasus seperti ini sudah merupakan tanggung jawab Negara dan Pemerintahnya, maka dari itu kementrian terkait harus mengambil tindakan keras.

"Apa pantas kami sebagai warga selaku korban mempersoalkan kasus ini, terus negara mengurus apa donk," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Tomi Sihotang, SH menjelaskan bukti penting dari Dikti menjelaskan bahwa masalah itu hanya administratif dan itu menurut kuasa hukum sudah diselesaikan dan itu dilakukan pada tahun 2017.

"Bukti kuat yang di keluarkan tahun 2017 yang lalu yang mengatakan tidak pakai ijin, sedangkan yang berijin itu dua prodinya. Priodi tiologia dan priodi park, nah yang ini kata tomi cuma nyantol di pendidikan guru SD, mengapa di cantelkan justru bagus supaya dua lulusan ini bisa mengajar di SD," tegas Tomi kepada awak media. (AHMAD DAILANGI)

Berita Terkait