Selasa, 20 November 2018 | 23:09:07 WIB

Peristiwa Kuburan Massal Dibalik Keindahan Danau Tolire di Kota Ternate

Senin, 26 Maret 2018 | 15:10 WIB
Peristiwa Kuburan Massal Dibalik Keindahan Danau Tolire di Kota Ternate

Danau Tolire tempat wisata yang menyenangkan di Ternate, Maluku Utara. (FOTO: GOOGLE/LINDO)

TERNATE, LINDO - Danau Tolire yang berada di bawah kaki Gunung Gamalama terletak sekitar 10 kilometer dari Kota Ternate yang memiliki keunikan tersendiri. Siapa sangka keindahannya yang dapat memanjakan mata memiliki kisah yang begitu misterius dari asal muasal Danau Tolire.

Danau itu dahulu merupakan sebuah kampung. Hilang tenggelam bersama penduduknya. Peristiwa tenggelamnya Kampung Tolire itu disebabkan karena kutukan Tuhan. Kampung itu berubah menjadi danau dan diberi nama Tolire, kini masuk wilayah Kelurahan Takome, Ternate Barat, Ternate, Maluku Utara.

Demikian disampaikan penjaga Danau Tolire, Idhar Anwar, saat berkunjung ke kawasan itu di Ternate, Maluku Utara pada Minggu (18/3).

Idhar menceritakan, tenggelamnya Kampung Tolire akibat ulah penduduknya yang membiarkan pemimpin mereka kala itu memiliki hubungan cinta sedarah (inses) dengan putri kandungnya. Akibatnya, datang malapetaka. Kampung Tolire tenggelam dan menjadi dua buah danau--Tolire Besar dan Tolire Kecil.

"Kalau Tolire Besar itu bapaknya. Tolire Kecil itu anak gadisnya. Legendanya yang sudah turun temurun ini bahwa Kampung Tolire tenggelam akibat dari hubungan terlarang keduanya," kata Idham, yang juga tokoh adat Kesultanan Ternate dan biasa disapa Fanyira Soa Takome oleh warga setempat.

Kuburan Massal dan Buaya Putih

Menurut Fanyira, Danau Tolire Besar adalah sebuah kuburan massal. Sehingga ia menyarankan orang yang ingin datang berkunjung untuk "membersihkan diri" terlebih dahulu.

Ia menyatakan, di balik keindahannya, danau tersebut memiliki aura mistis yang kuat dan di dalamnya tinggal beberapa ekor buaya, termasuk makhluk misterius berwujud buaya putih.

Buaya-buaya tersebut, sambungnya, adalah penduduk kampung yang mendapat azab Tuhan dan dikutuk menjadi buaya karena dosa-dosa mereka.

Legenda tersebut membuat kedua danau tersebut menarik perhatian para wisatawan dan menjadi destinasi yang termasuk wajib dikunjungi oleh pelancong yang singgah di Ternate.

Danau Tolire Besar terletak di kaki Gunung Gamalama. Ia dikelilingi tebing yang tinggi dengan tepian melengkung ke dalam. Oleh karena itu, sulit untuk mendekati air danau dan berenang di dalamnya.

Hingga saat ini belum tersedia jalan maupun tangga untuk mereka yang ingin menyentuh air danau tersebut.

Tolire Kecil terletak hampir di tepi pantai Kelurahan Takome, sementara Tolire Besar berada lebih jauh ke dalam, sekitar 300 meter dari pantai.

Menurut Fanyira, bagian terdalam Danau Tolire Besar mencapai sekitar 45 meter dari permukaan air, sementara kedalaman di bagian pinggir danau berkisar 7-8 meter. Luas Danau Tolire Besar, berdasarkan hitungan GPS, mencapai 50.000 meter persegi (5 hektare).

Fanyira, yang sudah dua kali turun ke dalam Danau Tolire Besar, mengatakan dinding yang mengelilingi danau tersebut seluruhnya dilapisi batu-batu besar.

Terbentuknya Danau Tolire versi sains

Ahli Geologi Maluku Utara, Dedy Arif, mengemukakan, tenggelamnya Kampung Tolire dan menjadi danau disebabkan oleh aktivitas vulkanik Gunung Gamalama.

Dedy menjelaskan gempa tersebut terjadi sekitar awal September 1775 dan kemudian memicu erupsi yang terjadi pada 7 September 1775.

"Gempa tersebut, menurut cerita, menenggelamkan Kampung Tolire. Penduduk maupun bangunan di kampung itu semuanya terkubur di bawah danau," tuturnya.

Sultan Ternate, Syarifuddin Bin Iskandar Muhammad Djabir Sjah, menyatakan, sebagai seorang akademisi dirinya tentu saja yakin bahwa aktivitas vulkanik Gunung Gamalama adalah penyebab terbentuknya dua Danau Tolire tersebut.

Walau demikian, ia berharap legenda yang telah turun-temurun diceritakan dan dipercayai oleh masyarakat setempat terus dilestarikan.

Menurut Sultan Ternate, yang ditemui Beritagar.id di Pantai Ternate Barat, Minggu (18/3), legenda selalu memiliki pelajaran hidup yang positif bagi masyarakat. Dalam hal legenda Danau Tolire, pelajarannya adalah agar masyarakat menghindari inses.

Belum maksimal

Cerita rakyat dan keindahan alam Danau Tolire berpotensi besar untuk bisa menarik lebih banyak wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke sana.

Panorama dan kesejukan alam di sana bisa menjadi magnet bagi para pelancong. Selain itu, di kawasan tersebut juga terdapat berbagai jenis burung langka dan hewan lainnya yang menarik untuk diamati

Namun, potensi pariwisata yang ada belum dikembangkan secara baik dan maksimal. Jalanan menuju kedua danau tersebut perlu segera diperbaiki agar bisa diakses lebih cepat. Pemerintah setempat sepertinya harus memikirkan untuk membuat jalan atau tangga menuju danau.

Selain itu, ditempat tersebut, fasilitas umum untuk para pengunjung juga belum tersedia.

"Untuk saat ini yang paling dibutuhkan itu lampu jalan dan air bersih. Sekarang saja, kalau pengunjung yang datang dan minta buang air itu susah sekali. Ini karena tidak ada air bersih. Juga bak sampah, supaya pengunjung yang datang merasa nyaman," kata Fanyira Soa Takome.

Sultan Ternate menyatakan telah meminta pemerintah setempat untuk lebih serius memerhatikan kawasan danau dengan potensi wisata luar biasa ini.

Selain menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), menurut Sultan, pengembangan wisata juga akan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.  (SUMBER: BERITAGAR)

Berita Terkait