Sabtu, 23 Juni 2018 | 03:20:15 WIB

Kodim 1509 Labuha dan Pemkab Kepulauan Sula Siap Wujudkan TMMD 2018

Senin, 2 April 2018 | 19:30 WIB
Kodim 1509 Labuha dan Pemkab Kepulauan Sula Siap Wujudkan TMMD 2018

Dandim 1509 Labuha Letkol Inf Joni Widodo S.sos (kiri). (FOTO: SUPRIYANTO/LINDO)

LABUHA, LINDO - Oprasi Bakti TNI, tahun 2018 dalam bentuk TMMD ke 101 digelar secara serentak di 51 Kabupaten/Kota, di 66 Kecamatan, dan 83 Desa. Acara itu, telah di buka secara resmi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono yang didampingi oleh Mendikbud Prof DR Muhajir Effendy di Jakarta, baru-baru ini dalam acara Rakornis TMMD ke 101 Tahun 2018.

Acara yang di tandai dengan pemukulan gong oleh Pelaksanaan Kegiatan TMMD ke 101 akan berlangsung selama 30 hari, yaitu dimulai pada tanggal 28 Maret hingga tanggal 26 April 2018.

Dandim 1509 Labuha Letkol Inf Joni Widodo S.sos dalam keterangannya mengatakan istilah prasibakti, mungkin sangat asing di dengar oleh masarakat, namun hal ini sangat wajar karna pemakaian Oprasi Bakti kurang popoler. Walapun sebenarnya kegiatan, Oprasi Bakti setiap tahun di gelar oleh TNI dalam bentuk, gelar "TMMD" atau TNI manunggal membangun desa diseluruh wilayah NKRI.

TNI manunggal membangun Desa (TMMD) adalah, sala satu wujut oprasi bakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI, Polri, Kementrian/Lembaga Pemerintah, non Kemntrian (LPNK) dan pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan, secara terintegrasi bersama masarakat guna meningkatkan akselerasi dalam meningkatkan pembangunan di daerah pedesaan khusunya di daerah yang tertinggal, miskin, terisolasi, terpencil, daerah perbatasan/pulau-pulau terluar dan daerah kumu perkotaan, serta daerah lain yang terkena akibat bencana.

Sedangkan pengertian oprasi bakti adalah, keterlibatan TNI dengan mengarahkan dan memanfaatkan kemampuan TNI berupa tenaga, daya dan sarana yang dimiliki, dalam rangka kegiatan, Bakti TNI yang di titik beratkan, pada sasaran fisik, materil dan mental spritual yang di laksanakan dalam jangka waktu tertentu atas perintah panglima TNI.

Oprasi Bakti dalam bentuk TMMD telah digelar TNI sejak 38 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1980 yang di gelar di seluruh wilayah negara kesatuan repulik indonesia (NKRI) bertujuan agar membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejatraan masarakat melalui pembangunan bersifat fisik maupun non fisik dan memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka menyiapkan ruang juang, alat juang dan kondisi juang yang tangguh.

Penyelenggaraan TMMD di dasari undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia pasal 7 tugas TNI pda ayat (2) huruf b antara lain nomor 8 memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta, undang-undang nomor 11 tahun 2009 tentang kesejatraan sosial, surat Menteri Dalam Negeri kepada Gubernur/Bupati/Wali Kota dan pipinan DPRD provinsi serta kabupaten nomor 900/2577/SJ tanggal 8 november 2007 tentang dukungan penyelenggaraan kegiatan TMMD yang di laksanakan melalui hibah dan bantuan daerah.

Sejak tahun 2017 Oprasi bakti TNI telah di laksanakan selama 3 kali berdasarkan surat mendagri RI kepada Gubernur/bupati/walikotag ketua DPRD provinsi/kabupaten/kota nomor 140/174/SJ tanggal 18 januari 20017 tentang penambahan kegiatan program TMMD dari dua kali menjadi tiga kali. Berdasarkan surat mendagri RI sehingga TNI ditahun ini akan menggelar TMMD ke 101, TMMD, 102 dan TMMD 103.

Kodim 1509 Labuha merupakan satuan di bawa Korem 152/Babulah dan Kodam XVI/Pattimura, mendapat perintah untuk menggelar Oprasi Bakti TNI dalam bentuk TMMD ke 101.

Penentuan sasaran TMMD ke 101 di Kota Sanana dilakukan oleh Kodim 1509/Labuha melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masarakat yang bertempat tinggal di Pulau Sula Besi tersebut.

Aspirasi dan keinginan masarakat di tangkap oleh para Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang selanjutnya di tindaklanjuti oleh Kodim 1509/Labuha yang berkoordinasi dengan Pemda Kapulauan Sula dalam hal ini sangat mendukung kegiatan TMMD ke 101 yang akan di laksanakan di Desa Wai Ipa dan Desa Umaloya, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulawan Sula, Provinsi Maluku Utara.

Desa Wai Ipa dan Desa Umaloya merupakan dua desa yang bertetangga serta bagian dari 78 desa yang di miliki Kepulawan Sula. Posisi dua desa ini dibelah oleh tiga aliran sungai yaitu sungai Wai Waha, sungai Umaloya dan sungai Wai Ipa. Debit ketiga sungai saat musim penghujan sangat deras, namun ketiga badan sungai tidak mampu menahan curahan air hujan, sehingga luapan air sungai terbuang mengalir ke pemukiman penduduk ke dua desa tersebut.

Dandim juga menegaskan, curahan air hujan yang berasal dari tebing atau perbukitan dibelakang kedua desa tersebut juga tidak mampu diserap oleh tanah. Akibatnya, curahan air mengalir mengarah ke pemukiman penduduk di Desa Wai Ipa dan Desa Umaloya. Tumpahan air dari sungai serta tebing saat ini belum dapat di kendalikan dengan baik, sehingga sering terjadinya banjir dan genangan air disaat musim hujan. Sala satunya penyebab terjadinya bencana ini, belum memadainya saluran air dan talut.

Sasaran kegiatan yang akan di laksanakan TMMD di Kecamatan Sanana meliputi kegiatan fisik dengan meningkatkan sarana dan prasarana wilayah, khususnya pembangunan saluran air dan talut. Sedangkan kegiatan sosial non fisik, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan masarakat, kesadaran bela negara, dan penegakan hukum.

Selain itu pihaknya juga menerapkan disiplin nasional dan pengetahuan lainya yang di butuhka masyarakat pedesaan, seperti keluarga berencana, kesehatan, pertanian, peternakan, dan perikanan melalui peyuluhan atau kegiatan lainnya yang sifatnya memberikan pencerahan dan penguatan jati diri bangsa.

Pelaksanaan TMMD ke 101 di Kepulauan Suala akan di awali dengan upacara pembukaan TMMD oleh Bupati Kepulauan Sula Hendrata Theis pada Rabu (28/3) baru-baru ini di pangan Waipa.

Oprasi bankti TNI, akan berlangsung selama satu bulan dan melibatkan satuan setingkat kompi atau SSK TNI, dimana satu SSK berjumlah 150 orang dan personil yang terlibat TMMD berasal dari TNI, Polri dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula.

Tema penyelenggran TMMD ke 101 tahun 2018 ini adalah, "Dengan Semangat Senergitas Kita Tingkatkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat Guna Mempercepat Pembangunan Dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI".

Kehadiran 150 personil TNI di Desa Wai Ipa dan Desa Umaloya, nantinya akan bertempat tinggal di rumah masyarakat, agar lebih menjalin kedekatan antara TNI dan rakyatnya, sehingga tidak ada lagi sekat pemisa. Selain itu, untuk membentuk keluarga baru atau keluarga asuh bagi setiap personil TNI yang terlibat dalam satgas TMMD, uang lauk pauk setiap prajurit selam pelaksanaan kegiatan TMMD akan di serahkan kepada pemilik rumah atau keluarga, untuk dinikmati secara bersama-sama.

Dandim berharap dengan pelaksanaan TMMD ke 101 ini bisa tercapainya kesamaan visi dan misi setiap komponen bangsa meningkatnya kesejahteraan dan kehidupan masarakat serta kesadaran berbangsa dan bernegara yang tercermin adanya tertib hukum, disiplin nasional kehidupan bermasyarakat bedasarkan pancasila dan undang-undang 1945 dan wawasan kebangsaan serata kesadaran bela negara dan tumbuhnya kebersamaan dan kekeluargaan serta partisipasi aktif masyarakat dan terwujudnya kemanunggalan TNI-Rakyat, karena bersama Rakyat TNI kuat.  (SUPRIYANTO)

Berita Terkait