Minggu, 19 Agustus 2018 | 04:44:32 WIB

Mengapa Nama Oma Irama Berganti jadi Rhoma Irama?

Selasa, 3 April 2018 | 19:57 WIB
Mengapa Nama Oma Irama Berganti jadi Rhoma Irama?

Pemusik dangdut Rhoma Irama beraksi untuk menghibur warga Jakarta saat Konser Kemerdekaan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI di kawasan Ancol Jakarta, Kamis (17/8/2017). (FOTO: ANTARA / LINDO)

JAKARTA, LINDO - Salah satu “misteri” yang kerap muncul dalam benak penggemar musik Indonesia adalah asal-muasal nama “Rhoma” Irama. Jika kita amati rilisan-rilisan era 1970-an, nama Rhoma Irama ditulis dengan Oma Irama. Lantas dari mana imbuhan “Rh” di depan nama Oma Irama?

Menurut buku Rhoma Irama - Politik Dakwah Dalam Nada yang ditulis Moh. Shofan, Rhoma lahir dengan nama Raden Irama. Pada waktu kecil, ibu Raden Irama kerap memanggil dengan nama "Oma." Panggilan sayang itu lantas dipakai sebagai nama panggung.

Setelah naik haji, Rhoma menggabungkan nama Raden Haji Oma menjadi Rhoma, meleburkan singkatan R.H. di depan nama Oma.   

Dalam kiprah bermusik, Rhoma tidak hanya mengalami pergantian nama. Musisi kelahiran 11 Desember 1946 itu juga beberapa kali berganti aliran musik. Di awal-awal kariernya, Rhoma menjajal dunia musik pop.

Masih menurut buku Rhoma Irama - Politik Dakwah Dalam Nada, Rhoma kecil adalah sosok yang terbuka dengan beragam jenis musik. Saat Rhoma duduk di kelas 2 SD dirinya sudah bisa membawakan lagu-lagu Barat dan India. Salah satunya lagu Mera Bilye Buchariajaya yang dinyanyikan Lata Mangeskhar.

Karisma Rhoma pun sudah muncul sejak kecil. Diceritakan bahwa Rhoma sempat membuat kelas geger karena aksinya bernyanyi. Dia menjadi tontonan teman-temannya hingga kelas lain kosong karena murid-muridnya memilih untuk menonton Rhoma bernyanyi sembari menggoyangkan kepala.

Kini Sang Raja Dangdut bukan saja berkiprah di kancah musik, tapi juga politik. Dia menjadi pemimpin Partai Islam Damai Aman atau biasa disebut Partai Idaman. (MTVN)

Berita Terkait