Minggu, 16 Desember 2018 | 20:10:11 WIB

BI Proyeksikan Pertumbuhan Triwulan i-2018 5,11 Persen

Kamis, 12 April 2018 | 01:36 WIB
BI Proyeksikan Pertumbuhan Triwulan i-2018 5,11 Persen

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (tengah) memberikan keterangan pers, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (11/4/2018). (FOTO: TWITTER_BI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2018 sebesar 5,11 persen seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi sejak awal tahun.

"Kita perkirakan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,11 persen untuk kuartal I-2018," kata Agus saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/4).

Agus mengatakan salah satu tanda pemulihan kondisi ekonomi yang mempengaruhi kinerja pertumbuhan pada triwulan I-2018 adalah meningkatnya defisit neraca transaksi berjalan.

Defisit neraca transaksi berjalan yang diperkirakan mencapai dua persen terhadap PDB pada periode ini disebabkan oleh peningkatan impor yang dibutuhkan untuk investasi.

"Kita perkirakan kuartal I-2018, defisit transaksi berjalan di kisaran dua persen terhadap GDP. Jadi ada tekanan dan hal ini sudah menjadi tren yang dilihat dari tiga bulan terakhir," ujarnya.

Agus mengatakan proyeksi pertumbuhan pada triwulan I-2018 masih berada dalam angka perkiraan pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun sebesar 5,1 persen-5,5 persen.

Sebelumnya, Bank Pembangunan Asia dalam publikasi ekonomi tahunan "Asian Development Outlook" (ADO) 2018 memperkirakan perekonomian Indonesia tumbuh 5,3 persen pada 2018 dan 2019 seiring peningkatan laju investasi dan perbaikan konsumsi rumah tangga.

Kepala Perwakilan Asian Development Bank (ADB) untuk Indonesia, Winfried Wicklein mengatakan manajemen makroekonomi Indonesia yang kuat dan reformasi struktural telah mendorong momentum investasi.

"Dengan berlanjutnya upaya reformasi, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan inklusif," kata dia.

Melalui ADO 2018, ADB menggarisbawahi penguatan investasi telah meningkatkan mutu pertumbuhan. Laju investasi diperkirakan terus meningkat didorong oleh sentimen bisnis yang positif dari reformasi struktural.

Keberlanjutan reformasi struktural di Indonesia, dapat membawa pertumbuhan yang lebih inklusif dengan yang menjadi prioritas di antaranya investasi infrastruktur, pengembangan pendidikan dan keterampilan, dan reformasi untuk memperbaiki iklim investasi.

Dalam kesempatan yang sama, ekonom senior ADB Priasto Aji berharap reformasi iklim investasi yang dilakukan oleh pemerintah dapat membuat andil investasi dalam pertumbuhan ekonomi menjadi lebih besar.

"Dalam proyeksi kami, investasi akan cukup berperan terutama tahun ini. Investasi publik dan privat paling tidak tahuh ini dan tahun depan bisa tumbuh di atas 6 persen," kata dia. (ANT)

Berita Terkait