Jumat, 14 Desember 2018 | 19:46:42 WIB

Airlangga Hartarto dan Pengurus Golkar Temui Pengurus PP Muhammadiyah

Kamis, 12 April 2018 | 14:59 WIB
Airlangga Hartarto dan Pengurus Golkar Temui Pengurus PP Muhammadiyah

Airlangga Hartarto memberikan keterangan pada wartawan usai menemui pengurus PP Muhammadiyah di Jakarta, Kamis (12/4). (FOTO: MONITOR/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto beserta jajaran menemui pengurus PP Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (12/4), untuk bertukar pikiran mengenai kondisi sosial politik yang mengemuka belakangan.

"Kita melakukan pertemuan silaturahmi, membicarakan masalah kebangsaan dan kesamaan perjuangan antara Golkar dengan Muhammadiyah," kata Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (12/4).

Airlangga mengatakan Muhammadiyah adalah organisasi kemasyarakatan yang bersejarah dan turut membidani berdirinya Sekretariat Bersama Golkar.

Selama ini Partai Golkar selalu memiliki kader yang juga berkecimpung di dalam PP Muhammadiyah.

Dia mengatakan Golkar siap berpikir dan bekerja bersama dengan PP Muhammadiyah untuk kemajuan bangsa.

Menteri Perindustrian itu mengatakan saat ini Golkar bersama pemerintah tengah berupaya agar Indonesia memiliki sumber daya produktif di masa depan.

Selama ini paradigma yang berkembang adalah masyarakat bersekolah untuk memperoleh gelar kesarjanaan, akibatnya Indonesia kekurangan tenaga ahli.

Airlangga menyatakan Golkar bersama pemerintah mendorong pertumbuhan pendidikan vokasi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu.

"Muhammadiyah memiliki sumber daya besar. Lulusan perguruan tinggi itu 15 persennya adalah lulusan dari Muhammadiyah," jelas Airlangga.

Partai Golkar melalui wakilnya di legislatif dan eksekutif siap mendorong sumber daya manusia Muhammadiyah, khususnya lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah untuk bisa berkontribusi nyata mendukung program-program pemerintah.

"Kita coba membawa supaya Indonesia kembali menjadi negara produktif," jelas Airlangga.

Di bagian lain Airlangga juga menyatakan kekhawatiran atas isu terkini yaitu maraknya minuman beralkohol oplosan yang merenggut jiwa.

"Isu hari ini adalah minuman beralkohol oplosan. Korbannya dalam skala dunia termasuk besar. Ini fenomena masyarakat," kata Airlangga.

Airlangga menduga ada keputusasaan di kalangan masyarakat sehingga mengambil jalan pintas meminum minuman beralkohol oplosan.

"Hal ini harus kita cegah bersama," kata Airlangga.

Politisi senior Golkar Hajriyanto Thohari yang juga kader PP Muhammadiyah mengatakan pada dasarnya Partai Golkar dan PP Muhammadiyah memiliki doktrin yang sama.

"Doktrin Golkar karya kekaryaan, doktrin Muhammadiyah amal saleh. Golkar lebih suka sepi ing pamrih, rame ing gawe, kalau Muhammadiyah sedikit bicara banyak kerja, jadi sama," kata Hajriyanto.

Sementara itu Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pertemuan mengatakan harapannya agar Golkar bersama partai politik lain dapat membawa situasi politik kembali ke tengah. Sebab menurut dia, situasi politik ke depan memiliki kecenderungan agak mengeras baik ke kanan maupun ke kiri.

"Jujurlah, kadang ada keterbelahan, ditambah kasus politik pilkada DKI Jakarta dan macam-macam, kita berharap semua dibawa lagi ke tengah," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Haedar menekankan Indonesia memiliki bandul utama Pancasila sebagai ideologi tengah yang mau moderat. Muhammadiyah berharap seluruh partai politik dapat memperjuangkan hal tersebut.

"Kami membutuhkan kekuatan politik," ujar Haedar. (ANT)

 

Berita Terkait