Rabu, 18 Juli 2018 | 04:19:06 WIB

Polisi Fokus Kasus Abu Tours di Sulawesi Selatan

Sabtu, 14 April 2018 | 02:58 WIB
Polisi Fokus Kasus Abu Tours di Sulawesi Selatan

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memberikan keterangan pers pada wartawan di Polda Sumsel. (FOTO: DETIK/LINDO)

PALEMBANG, LINDO - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) mengumumkan bahwa kepolisian fokus menangani kasus penipuan terhadap masyarakat yang akan beribadah umrah melalui Abu Tours di Makasar, Sulawesi Selatan, sesuai dengan lokasi kantor pusat biro perjalanan itu.

"Penanganan kasus penipuan ribuan jamaah calon umrah itu sesuai arahan Mabes Polri difokuskan di Polda Sulawesi Selatan karena tersangkanya pemilik travel Abutours Abu Hamzah Mamba telah diamankan di polda tersebut," kata Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Polisi Zulkarnain Adinegara, di Palembang, Jumat (13/4).

Menurut dia, dalam penanganan kasus tersebut, sebelum ditetapkan dan ditangkapnya pemilik travel umrah itu oleh Polda Sulsel, maka pihaknya berupaya melakukan pengamanan aset perusahaan yang ada di daerah ini dan memeriksa pemiliknya.

Setelah ditetapkannya Abu Hamzah sebagai tersangka penipuan dan penggelapan dana masyarakat yang batal diberangkatkannya ke Tanah Suci Makkah, Zulkarnain menegaskan, pihaknya hanya memperkuat pengusutan kasus tersebut dan berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Laporan masyarakat yang menjadi korban penipuan dan penggelapan travel umrah Abu Tours di Sumsel, menurut dia, tetap diproses untuk memperkuat penanganan kasus yang ditangani Polda Sumsel.

Sementara itu, dikemukakannya, aset milik Abu Tours, seperti kantor cabang di Palembang dan beberapa aset berharga lainnya yang ada di wilayah hukum Polda Sumsel, menjadi perhatian pihaknya untuk diamankan.

Jika masyarakat mengetahui ada aset milik travel umrah Abutours di Sumsel yang belum terungkap ke publik, ia menegaskan, Polda Sumsel mengimbau untuk melaporkannya kepada aparat kepolisian terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan diamankan, yang pada akhirnya bisa dijadikan jaminan mengembalikan uang masyarakat yang menjadi korban.

Pos Komando (Posko) pengaduan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel tercatat 8.522 orang menjadi korban penipuan dan penggelapan tarvel umrah Abu Tours dengan nilai total kerugian mencapai Rp109 miliar. (ANT)

Berita Terkait