Sabtu, 23 Juni 2018 | 13:16:38 WIB

Seleksi Beasiswa Djarum Bulutangkis 2018 di Balikpapan Dimulai 14 April

Sabtu, 14 April 2018 | 03:43 WIB
Seleksi Beasiswa Djarum Bulutangkis 2018 di Balikpapan Dimulai 14 April

Dokumentasi - Anak-anak usia 11 tahun dan 13 tahun anak berburu tiket beasiswa bulutangkis di Kudus. (FOTO: REPUBLIKA/LINDO)

BALIKPAPAN, LINDO - Klub bulutangkis legendaris Indonesia, Persatuan Bulutangkis (PB) Djarum Kudus menggelar seleksi bibit muda usia 11, U-13, dan U-15 di Balikpapan, Kalimantan Timur 14-16 April 2018 ini.

Seleksi beasiswa bulu tangkis itu dilangsungkan di Gedung Olahraga (GOR) Hevindo di Jalan MT Harjono.

Mereka yang terpilih dalam seleksi di Balikpapan akan mendapatkan Super Tiket untuk berlaga di seleksi final di Kudus 7-9 September mendatang. Lolos dari seleksi di Balikpapan juga berarti berkesempatan menjadi atlet PB Djarum.

"Praveen Jordan, yang berasal dari Bontang, Kaltim, merupakan satu di antara para pebulutangkis PB Djarum yang telah menorehkan berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun mancanegara. Tentunya kami berharap dari seleksi di Balikpapan ini dapat muncul atlet-atlet muda yang dapat mengharumkan nama bangsa di kancah dunia," kata Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi.

Saat ini ada empat pebulutangkis muda asal Kalimantan Timur yang jadi penghuni Asrama PB Djarum dan telah sarat prestasi. Mereka adalah Muhammad Aldo Apriyandi (lahir di Balikpapan pada 2001), Sheila Dinda Kurniawan (Balikpapan, 2002), Aldi Alfijar Rachman (Balikpapan, 2002), serta Priskila Venus Elsadai (Balikpapan, 2005).

Seleksi umum pada 2018 di Balikpapan ini adalah yang ketiga kalinya digelar oleh PB Djarum. Seleksi sebelumnya diselenggarakan pada tahun 2015 dan 2016. Tahun 2017, kata Fung Permadi, seleksi untuk Kalimantan digelar di Banjarmasin.

Menurut Fung, para pebulutangkis berpotensi bertebaran di berbagai kota di Pulau Kalimantan, sehingga itu PB Djarum selalu memperhatikan perkembangan bibit-bibit baru di Kalimantan.

Pada tahun 2015, di Balikpapan tercatat sebanyak 152 peserta. Tahun 2016 pesertanya naik menjadi 238 peserta.

"Balikpapan memang selalu antusias," kata Ketua Tim Pencari Bakat PB Djarum Christian Hadinata.

Peserta yang ikut seleksi di Balikpapan, selain berdatangan dari kota-kota besar Kalimantan seperti Samarinda, Banjarmasin, juga ada yang datang dari Sulawesi.

"Paling jauh itu dari Aceh," kata Christian, legenda hidup bulutangkis Indonesia di nomor ganda.

Hingga Jumat (13/4), sebanyak 403 peserta melakukan registrasi online, dan pada malamnya sudah 225 peserta yang telah mengikuti registrasi ulang untuk berlaga di tiga hari seleksi. Para peserta tersebut diperkirakan bakal bertambah sampai dengan penutupan registrasi ulang pada malam hari.

PB Djarum menggelar acara ini di delapan kota, yakni Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus. Para atlet yang berhasil lolos dari tahap seleksi umum di kota-kota tersebut akan melaju ke babak di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 7-9 September 2018.

Di tahap final ini mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet dari kota-kota lainnya, lalu menjalani tahap karantina di Asrama PB Djarum, Kudus selama kurang lebih satu minggu, sebelum akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum. (ANT)

 

Berita Terkait