Jumat, 14 Desember 2018 | 20:10:41 WIB

Debat Kandidat Cabup-Cawabup Biak Numfor Kurang Greget

Minggu, 15 April 2018 | 03:07 WIB
Debat Kandidat Cabup-Cawabup Biak Numfor Kurang Greget

Debat kandidat para calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. (FOTO: WILSON/LINDO)

BIAK, LINDO – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua bekerjasama dengan TVRI dan RRI Papua menggelar acara debat part II Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Biak Numfor, yang diadakan di Gedung Wanita, Jalan Majapahit, Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Kamis (12/4).

Ketiga pasangan yang berlaga dalam pilkada Biak-Numfor 2018 ini hadir mengikuti acara debat kandidat tersebut. Ketiga pasangan itu adalah pasangan nomor urut 1 Andreas Msen – Yustinus Noriwari (Senior), pasangan nomor urut 2 Herry Aryo Naap - Nehemia Wospakrik, (Herry-Herry-Nehem), dan pasangan nomor urut 3 Nichodemus Ronsumbre - Akmal Bachri (Norma).

Debat kandidat yang berlangsung sekitar pukul 17.30 Wit sampai dengan pukul 19.00 Wit itu mengambil tema “Mewujudkan Ekonomi Kerakyatan dalam Mengoptimalkan Potensi Sumber Daya Lokal”. Hadir sebagai panelis debat tersebut, 3 tokoh pendidikan ternama, yakni Prof Dr Mahlia Muis, Guru Besar Fakultas Ekonomi UNHAS Makassar Dr Oscar Wambrauw, Dosen Universitas Cenderawasih Jayapura dan Dr Suriel Mofu, Ketua Kopertis 5 Wilayah XIV Papua - Papua Barat. Debat Kandidat tersebut dipandu oleh moderator Dian Mirza, presenter Metrotv.

Rangkaian debat ini berlangsung dalam 4 sesi. Pada sesi I dan II, para panelis memberikan pertanyaan kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 1, 2 dan 3, sedangkan di sesi III, Para Calon Bupati dan Wakil Bupati saling bertanya dan menyanggah. Pada putaran terakhir, yakni sesi IV, diisi dengan pernyataan penutup (close statement) dari masing-masing pasangan calon.

Pelaksanaan acara debat berlangsung lancar sesuai harapan. Namun, debat kandidat Calon Bupati Biak Numfor kali ini dinilai kurang menarik oleh undangan yang menyaksikan langsung acara tersebut. Para penonton debat yang berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara, Akademisi, Tokoh masyarakat dan Tokoh Agama menilai bahwa para pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor periode 2018-2023 belum memaparkan dengan jelas visi-misi mereka dalam mengembangkan Ekonomi Kerakyatan dengan mengoptimalkan Potensi Sumber Daya Lokal.

“Jawaban para pasangan calon atas pertanyaan para panelis masih sangat abstrack. Bahkan ada calon yang menjawab tidak sesuai pertanyaan yang diberikan panelis, sehingga nampak ada calon yang tidak memahami persoalan Biak Numfor, alias ditanyakan A, dijawab B,” kata George L. Morin, salah seorang penonton debat dengan mimik agak kecewa, kepada wartawan.

Pada sesi tanya-jawab antar pasangan calon, dimana pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati saling memberikan pertanyaan dan mempertahankan argumen, suasana terlihat cukup hidup. Dari penampilan ketiga pasangan calon yang saling berdebat, terlihat bahwa nomor urut 2. Herry Aryo Naap - Nehemia Wospakrik, yang mempopulerkan pasangan calonnya sebagai HERRY-NEHEM, lebih dominan dan unggul dalam bertanya dan menjawab. Kedua pasangan ini memang cukup menguasai materi dan permasalahan terkait tema debat, sehingga mereka berdua dengan mudah dapat menguasai panggung debat.

Jika diurutkan, dari keseluruhan penampilan para pasangan cabup-cawabup Biak Numfor, dapat disusun dari yang terbaik nomor urut 2, HERRY-NEHEM; disusul nomor urut 1, Andreas Msen-Yustinus Noriwari atau dikenal dengan singkatan SENIOR; dan terakhir nomor urut 3, Nichodemus Ronsumbre - Akmal Bachri yang popular dikenal sebagai paslon Normal.

Pada sesi IV atau penutup, ketiga pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor diberikan kesempatan untuk menyampaikan pernyataan penutup (close statement). Berikut adalah kutipan closing statement masing-masing pasangan calon.

“Dari rakyat untuk rakyat membangun. Karena itu kami paslon nomor 1 mengharapkan demokrasi ini berjalan dengan tertib dan pastinya menggunakan hak pilih mereka pada tanggal 27 Juni 2018,” ujar Andreas Msen, cabup nomor urut 1.

Pada giliran paslon nomor 2, Herry-Nehem memohon dukungan dan doa seluruh masyarakat Biak Numfor. “Herry-Nehem selalu ada di tengah-tengah masyarakat Biak Numfor, Herry-Nehem yakin bahwa rakyat Biak Numfor adalah rakyat yang cerdas, rakyat Biak Numfor akan memilih pemimpin yang cerdas dan memiliki hati untuk bekerja membangun Biak Numfor,” tegas Herry Aryo Naap.

Giliran terakhir, paslon nomor 3 mempersilahkan setiap warga pemilih menggunakan hak pilihnya secara bebas sesuai hati nuraninya. “Silahkan tentukan pilihan Bapak-Ibu untuk pemimpin-pemimpin muda, pemimpin-pemimpin Biak untuk 5 Tahun ke depan. Siapa yang nantinya terpilih sebagai pemimpin, saya pasangan NORMAL tidak akan menggugat ke MK,” demikian kata Nichodemus Ronsumbre. (WILSON)

Berita Terkait