Jumat, 20 Oktober 2017 | 03:13:41 WIB

Ayah Bocah T Belum Pikirkan Damai dengan Marinir

Kamis, 14 Januari 2016 | 02:21 WIB
Ayah Bocah T Belum Pikirkan Damai dengan Marinir

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yembise menjenguk Toriq, bocah yang dipukuli oknum TNI AL, pada Minggu (10/1). (FOTO: REPUBLIKA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Purwanto, ayah Toriq (12), bocah kelas V SD yang diduga dianiaya anggota Marinir TNI AL, belum memikirkan apakah akan berdamai dengan oknum yang memukuli anaknya atau tidak. Saat ini Purwanto masih fokus mengawal kesembuhan sang anak.

"Sampai saat ini saya belum mikirin soal damai apa tidak. Yang penting anak saya sehat dulu," kata Purwanto di Rumah Sakit Prikasih, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/1).

Namun Purwanto tak menutup pintu untuk perdamaian. Apalagi, tim dari TNI AL sudah datang ke rumahnya. Pihak TNI AL juga telah berjanji untuk menanggung seluruh biaya pengobatan sang anak.

"Dari pihak sana katanya menjamin (biaya pengobatan)," bilangnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise sempat menjenguk bocah Toriq. Pihak KPAI juga menaruh perhatian terhadap kasus ini.

Purwanto cukup lega karena saat ini kondisi Toriq sudah membaik. Meskipun bekas penganiayaan di punggung masih sangat jelas. Demikian pula dengan bibir bocah Toriq yang masih bengkak.

Dia berharap agar kondisi anaknya bisa segera pulih agar bisa pulang ke rumah dan masuk sekolah. "Alhamdulillah sekarang sudah baikan," katanya.

Diceritakan Purwanto, kasus penganiayaan itu terjadi pada Minggu (10/1) sekitar pukul 15.00 di Bumi Marinir Cilandak (KKO), Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Selain Toriq, Purwanto sendiri serta M (14), kakak T, juga sempat mendapat pemukulan.

Bocah Toriq dipukul di Komplek Marinir karena dituduh mencuri burung milik anggota Marinir. Padahal, menurut Purwanto sang anak hanya bermain layangan.

Toriq dipukul di depan Purwanto oleh lebih dari satu orang oknum Marinir. Bahkan Purwanto sendiri juga sempat mendapat pukulan dari oknum Marinir tersebut.

Purwanto sendiri tidak mampu berbuat apa-apa karena sadar mereka berada di wilayah Marinir yang tertutup bagi masyarakat umum.

Sedangkan menurut versi lain, bocah Toriq tertangkap tangan mencuri burung. Lalu ketika Marinir bertanya dengan siapa Toriq mencuri burung, Toriq menjawab 'dengan M' yang merupakan kakaknya.

Akhirnya Marinir mendatangi rumah Purwanto dan mendapati M. Di rumah itu, M diinterogasi dan sempat dipukul. Saat hendak pulang, Marinir memberi Betadine dan perban serta uang Rp 100.000 untuk berobat.

Menurut Purwanto, keluarga sudah lapor ke Polsek Pasar Minggu. Namun, hingga saat ini belum ada perkembangan terkait laporan yang dilayangkan. (WARTAKOTA)

EDITOR : EDITOR: ALDY M

Berita Terkait

Baca Juga