Selasa, 23 Oktober 2018 | 04:43:16 WIB

Rindam Jaya Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H

Kamis, 19 April 2018 | 13:59 WIB
Rindam Jaya Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H

(FOTO : PENDAMJAYA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Prajurit Rindan Jaya agar memantapkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan berjiwa kestria, militan, modern dan kemanunggalan dengan rakyat serta menteladani kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Hal demikian disampaikan Kabagjianbang Rindam Jaya Letkol Inf Wasid S.S.A.P., M.Si, sebagai Ketua DKM Masjid At Taqwa Rindam Jaya, bertindak mewakili Danrindam Jaya Kolonel Inf Ketut Gede Wetan Pastia, ketika menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H, di Masjid At Taqwa Rindam Jaya, Condet, Jakarta Timur, Kamis (19/4).

Letkol Inf Wasid menyampaikan Danrindam Jaya Kolonel Inf Ketut Gede Wetan Pastia tidak bisa hadir dalam.acara tersebut, karena tengah meninjau medan di Cipatat sebagai Komandan Kontingen Tontangkas Kodam Jaya.

Hadir dalam peringatan tersebut, tokoh agama Ustad K.H. Dimyati Umar, para Kabag, Katim Gumil, Katimtih, Dansatdik dan seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, PNS, Persit dan warga sekitar Rindam Jaya.

Penceramah Ustadz Mursyidin Saleh ketika memberikan Tausiyahnya menyampaikan, seringkali masyarakat menggabungkan Isra Mi’raj menjadi satu peristiwa yang sama. Padahal sebenarnya Isra dan Mi’raj merupakan dua peristiwa yang berbeda.

Menurutnya, peristiwa Isra' sebagai perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem.

Sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsho naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah Allah SWT menjalankan Salat lima waktu dalam sehari semalam.

“Dalam beberapa hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, suatu hari, ketika Nabi Muhammad SAW bersama sahabat tengah menunaikan Salat di Masjid Madinah, turunlah QS. Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan umat Islam agar memalingkan wajah (berkiblat) ke Masjid Al-Haram, kendati demikian, dengan adanya perubahan kiblat ini, Islam tidak lantas 'meminggirkan' kedudukan Masjid Al-Aqsha. Al-Quran telah menempatkan Masjid Al-Aqsha dalam kemuliaan. Terlebih saat peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW,” jelas Ustadz Mursyidin Saleh.

Diakhir ceramahnya, Ustadz Mursyidin Saleh juga mengajak jamaah menjadikan Isra Mi’raj sebagai pembangkit semangat menyebarkan Islam.

“Yang pasti, perjalanan singkat itu berhasil merekam berbagai pemandangan spiritual bagi Nabi Muhammad SAW, hendaknya bisa dijadikan pelajaran dan hikmah bagi umat Islam. Sebab, perjalanan malam hari itu, telah membangkitkan semangat baru Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan dakwah Islamiyah,” pungkasnya. (ARMAN R)

Berita Terkait