Jumat, 21 September 2018 | 07:31:30 WIB

Soal Sengketa Tanah, Polisi Debat Dengan Kuasa Hukum Ahli Waris H Usman Bin Komeng

Jum'at, 20 April 2018 | 05:37 WIB
Soal Sengketa Tanah, Polisi Debat Dengan Kuasa Hukum Ahli Waris H Usman Bin Komeng

(FOTO: AHMAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Sengketa tanah yang berada di Jalan Komarudi RT.10/RW 05, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatn Cakung, Jakarta Timur adalah para ahli waris dengan pihak pelapor saudari Siti.

Penyidik Polres Jakarta Timur yang dipimpin lansung oleh Kanit harta dan benda (Harda) Tano dan Jumakir sebagai penyidik terkait laporan objek tanah tersebut. Pihak kepolisian langsung turun ke lokasi dan didampingi oleh petugas ukur dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Timur.

Sengketa tanah kedua belah pihak itu menjadi perdebatan hebat antara pihak Kepolisian dan para pengacara. Salah satu pengacara Patuan Angie Naenggolan SH mempertanyakan kepada penyidik tentang agenda turun ke lokasi. Jumakir selaku penyidik menjelaskan hari ini adalah pengembalian batas ini adalah permintaan dari penyidik, bukan permintaannya Fariyati (Siti).

"Kan kasus ini sudah saya laporkan pada tahun 2016 terkait pemalsuan girik C 1659 yang dipakai untuk menjual, tetapi sampai saat ini belum juga ditindak lanjuti laporan kami dari kepolisian," kata kuasa hukum Patuan Angie Naenggolan.

Anehnya dalam perdebatan itu, Kepolisian balik bertanya pada kuasa hukum soal laporan dimana saudara melaporkan. Kuasa Hukum hanya menjawab tentu dikantor Polres Jakarta Timur dibagian Harda.

"Kenapa laporan saudari siti pada bulan oktober 2017 bisa lebih cepat dan bisa di tindak lanjuti, kenapa laporan saya sudah hampir 1,6 tahun belum juga ada tindak lanjutinya," tegasnya.

Patuan Angie Naenggolan merasa pihak kepolisian tidak adil dalam menangani kasus ini bahkan dalam perdebatannya penyidik hanya mengucapkan ini bukan kami yang menyidik laporan Patuan, silahkan tanya ke penyidik yang menerima laporan (Kuasa Hukum).

Sebagai warga, mereka merasa bingung kalau sesama penyidik saling menyalahkan. Logika apakah dalam satu kepala satuan Kepolisian tidak tahu, padahal yang di laporkan di objek tanah atau lokasi yang sama.

"Kami sangat kecewa dengan sikap pihak kepolisian yang tidak ekwal atau tidak adil. Seharusnya pihak kepolisian menyelesaikan dulu laporan kami yang sudah satu setengah tahun. Kita buktikan dulu kebenaran surat-suratnya. Kita semua tidak cape-cape lagi kalau memang surat kami tidak benar silakan saja diambil tanah kami," paparnya.

Tetapi Jumakir tetap pada prinsipnya hari ini, pihaknya di perintahkan untuk melakukan pengembalian batas, tetapi pihak kuasa hukum keberatan tanpa diselesaikan proses laporan terlebih dahulu.

Tepati penyidik mengatakan kedua laporan tetap di proses, disini tegas kuasa hukum kepada penyidik persoalan pengalihan batas itu gampang kalau semua ini sudah di proses, sehingga permohonan ataupun permintaan kuasa hukum hari ini harus di tunda.

Dengan bijak Kanit Harda langsung berkordinasi dengan Kasat Polres Jaktim, sehingga kegiatan pengembalian batas waktu hari ini di tunda dan akan dijadwalkan kembali.

"Balum ada jawaban pasti dari pihak kepolisian, tetapi kami akan tetap monitor," pungkasnya.

Ihwal permasalahan sengketa perebutan lahan yang berada di Jalan Komarudi RT.10/RW 05, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatn Cakung, Jakarta Timur itu, adalah perebutan antara para ahli waris dengan pihak pelapor saudari Siti. (AHAMD DAILANGI)

 

Berita Terkait