Senin, 17 Desember 2018 | 03:07:52 WIB

Lima Guru Korban KKSB Belum Dievakuasi dari Aroanop Karena Cuaca Buruk

Jum'at, 20 April 2018 | 16:49 WIB
Lima Guru Korban KKSB Belum Dievakuasi dari Aroanop Karena Cuaca Buruk

Sejumlah guru turun dari helikopter TNI AD setelah dievakuasi dari Aroanop, Distrik Tembagapura, saat tiba di Timika, Mimika, Papua, Kamis (19/4/2018). Sebanyak 13 guru yang terdiri dari enam guru perempuan dan tujuh guru pria yang disandera kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) berhasil dievakuasi ke Timika menggunakan dua helikopter TNI AD. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAYAPURA, LINDO - Lima orang guru dilaporkan belum berhasil dievakuasi dari Aroanop, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua karena cuaca buruk, namun dipastikan para guru yang sebelumnya dalam ancaman Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) itu dalam kondisi aman.

Memang betul hingga kini masih ada ima guru yang belum dievakuasi karena faktor cuaca, kata Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi di Mimika, Papua, Kamis (19/4).

Dikatakannya, kelima guru yang belum bisa dievakuasi adalah guru pria namun mereka dalam pengamanan masyarakat dan anggota TNI yang sudah berhasil mengusai kawasan Aroanop.

Kelima guru itu rencananya akan dievakuasi Jumat (20/4) dengan menggunakan helikopter jenis Bell milik TNI-AD.

"Mudah-mudahan cuaca bersahabat sehingga evakuasi dapat dilakukan," harap Kol Inf Aidi yang dihubungi melalui telepon selularnya.

Mantan Wasintel Kodam XVII Cenderawasih mengatakan, tercatat 13 guru yang sudah berhasil dievakuasi pada Kamis (19/4) pagi dengan menggunakan dua helikopter TNI-AD.

Mereka sekarang sudah kembali ke keluarga masing-masing di sekotar Kota Timika, setelah sebelumnya diperiksa kesehatannya di RSUD Timika, kata Kol Inf Aidi.

Dari 13 guru itu, delapan di antaranya diketahui bernama Rano Samsul, Natalis Babaubun, Agustinus Medi, Longginus Samderubun, Sarlotta Anaktototi, Lusiana Hungan, Martha Mabesi dan Melita. (ANT)

 

Berita Terkait