Senin, 21 Mei 2018 | 09:51:40 WIB

Ganjil-genap di Jagorawi Dipuji karena Sukses Persingkat Waktu

Jum'at, 20 April 2018 | 17:21 WIB
Ganjil-genap di Jagorawi Dipuji karena Sukses Persingkat Waktu

Dokumnetasi - Uji coba ganjil genap pada hari kedua di tol Jagorawi arus kendaraan lebih lancar. (FOTO: OKEZONE/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pengamat Transportasi Yayat Supriatna menilai kebijakan ganjil-genap di Gerbang Tol Cibubur 2 ruas Tol Jagorawi telah mempercepat waktu tempuh ke Jakarta menjadi lebih singkat.

"Ini luar biasa, kepadatan berkurang, kecepatan bisa lebih baik, waktu tempuh menjadi lebih cepat. Perjalanan lebih cepat itu rata-rata bisa kecepatan 90-100 km per jam di Tol Jagorawi, artinya di sini ada kecepatan maksimal yang bisa didapat. Ini sangat membantu para pengguna untuk mendapatkan waktu perjalanan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelum ada ganjil-genap," kata Yayat di Jakarta, Jumat  (20/4).

Pembelakuuan ganjil-genap di Gerbang Tol Cibubur 2 oleh Kementerian Perhubungan sudah berlangsung hampir sepekan

Yayat memuji pemerintah yang telah berhasil mencari solusi menangani kemacetan, namun dia menyoroti masih adanya kepadatan di tol dalam kota sebagai imbas pertemuan kendaraan arah Bekasi dan Bogor, meski kepadatannya tidak lebih parah dari sebelumnya.

"Harus diakui kita masih punya `bottleneck`-nya itu di ruas Tol Dalam Kota. Tapi intinya di dalam kecepatan, di Tol Dalam Kota relatif cukup baiklah, tidak separah dulu. Memang masih ada kepadatan tapi hanya pada beberapa titik saja. Terlebih masih ada pemberlakuan `contraflow` di Tol Dalam Kota mulai Cawang hingga Semanggi, itu sangat membantu," kata Yayat.

Yayat menambahkan dari Bogor ke Grogol di Jakarta ia hanya perlu waktu satu jam yang dulu hanya bisa dicapai pada malam hari saja atau hari libur.

Yayat kemudian mengajak masyarakat  mendukung kebijakan pemerintah dalam mengatasi kemacetan di Jakarta.

Dia mengungkapkan perlu adanya percepatan pembangunan infrastruktur transportasi seperti proyek jalur double-double track kereta api hingga Cikarang, proyek LRT, proyek Tol Jakarta - Cikampek layang (elevated), dan proyek Tol Becakayu. Selain itu jalur khusus angkutan umum bus di ruas tol perlu benar-benar dibuat seperti jalur Trans Jakarta yang sudah ada sekarang.

"Dengan DDT orang dari Cikarang, Bekasi, Tambun, itu akan lebih cepat masuk ke Jakarta. Kemudian ditambah lagi dengan LRT jadi, kalau `elevated` Tol Jakarta-Cikampek, Tol Becakayu kalau jadi itu Bekasi luar biasa solusinya," kata dia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik respon positif pengamat transportasi soal keberhasilan uji coba ganjil-genap di  Jagorawi ini.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Yayat dan pihak-pihak lain yang telah mendukung upaya pemerintah untuk menangani persoalan kemacetan ibukota, ini perlu dukungan semua pihak termasuk masyarakat," kata dia. (ANT)

 

Berita Terkait