Minggu, 23 September 2018 | 23:35:15 WIB

Buruh Pabrik Rambut di Purbalingga Kaget Didatangi Presiden Jokowi

Selasa, 24 April 2018 | 03:48 WIB
Buruh Pabrik Rambut di Purbalingga Kaget Didatangi Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo mengunjungi pabrik rambut palsu PT Boyang Industrial di Purbalingga, Senin, dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Tengah. (FOTO: BIRO PERS SETPRES/LINDO)

PURBALINGGA, LINDO - Buruh pabrik rambut palsu PT Boyang Industrial Purbalingga banyak yang kaget dengan kedatangan tiba-tiba Presiden Joko Widodo ke tempat kerja mereka.

Presiden Joko Widodo mengunjungi pabrik rambut palsu PT Boyang Industrial di Purbalingga, Senin (23/4), dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Tengah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas undangan dari Bupati Purbalingga Tasdi berkunjung ke pabrik rambut palsu Boyang di Purbalingga pada sekitar pukul 11.20 WIB.

Sebelumnya Presiden meninjau rencana pengembangan Bandara JB Soedirman di Wirasaba, Purbalingga.

Kedatangan Presiden Jokowi ke pabrik yang merupakan kerja sama investasi Korea Selatan itu mengagetkan buruh-buruh pabrik yang sebagian besar perempuan itu.

Fatimah (21) asal Kalibagor, Banyumas, mengaku tak menyangka bisa melihat Presiden langsung dari dekat.

"Saya enggak tahu, tiba-tiba ada Presiden ke sini. Seneng banget," katanya.

Presiden Jokowi yang didampingi Bupati Banyumas itu bahkan sempat berdialog dan duduk di antara para buruh pabrik yang sedang bekerja tersebut.

Beberapa di antaranya meminta diri untuk melakukan swafoto dengan Presiden.

"Ini Madonna saja pakai wig dari sini Pak," kata salah satu buruh yang duduk di dekat Presiden.

Presiden mengatakan sudah sejak lama ia sebenarnya ingin datang dan meninjau pabrik yang menyerap lebih dari 66.000 tenaga kerja itu.

"Sudah lama sebenarnya saya ingin ke sini," kata Presiden.

Ia berada di kawasan pabrik itu selama sekitar 30 menit untuk kemudian melanjutkan perjalanan meninjau dampak bencana gempa di Kalibening, Banjarnegara.

Tapi tidak semuanya senang dengan kedatangan Presiden yang relatif sebentar itu, karyawan yang berada di jajaran belakang justru merasa kecewa ketika deretannya tidak dihampiri oleh Presiden.

"Presiden enggak jalan sampai sini ya? Yaaa kecewa kita," kata seorang buruh perempuan. (ANT)

 

Berita Terkait