Sabtu, 21 Juli 2018 | 09:12:40 WIB

Unhan Gelar Kuliah Umum Direktur Divisi Keamanan Nuklir IAEA

Selasa, 24 April 2018 | 18:45 WIB
Unhan Gelar Kuliah Umum Direktur Divisi Keamanan Nuklir IAEA

(FOTO : HUMASUNHAN/LINDO)

BOGOR, LINDO - Mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) menerima Kuliah Umum dari Direktur Divisi Keamanan Nuklir IAEA (International Atomic Energy Agency) Mr Raja Abdul Aziz Raja Adnan yang mengusung Tema “Strengthening National Nuclear Security Regine to Further Strengthen Nuclear Security Globally Through Security Education Programme”, yang digelar di Gedung Auditorium Unhan Kampus Bela Negara Kawasan IPSC, Sentul – Bogor, Jawa Barat (Jabar), Selasa (24/4).

Kuliah Umum ini dibuka langsung oleh Rektor Unhan Letjen TNI Dr. Yoedhi Swastanto, M.B.A. dalam sambutannya Rektor Unhan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktu Divisi Keamanan Nuklir IAEA Mr Raja Abdul Aziz Raja Adnan yang bersedia menyempatkan waktunya untuk memberikan materi Kuliah Umum untuk para mahasiswa Unhan.

"Kuliah Umum kali ini adalah kesempatan bagi seluruh mahasiswa Unhan untuk dapat menambah wawasan dan tempat untuk saling bertukar pikiran dan berdiskusi langsung kepada Mr Raja Abdul Aziz Raja Adnan yang mumpuni di bidangnya," ujar Letjen TNI Dr. Yoedhi Swastanto.

Ia berharap, agar para mahasiswa dapat menyimak materi yang disampaikan oleh Mr Raja Abdul Aziz Raja Adnan.

Direktu Divisi Keamanan Nuklir IAEA menjelaskan terkait Program IAEA tentang Keamanan Nuklir, yang meliputi Kegiatan, Sasaran, dan Prioritas.

Untuk lingkup aplikasi yaitu lebih dari 440 operasi pembangkit listrik tenaga nuklir, yang menyediakan 11% total listrik di seluruh dunia, dan hampir 250 reaktor riset, lebih dari 300 fasilitas daur ulang bahan bakar.

Selain itu lebih dari 70 PLTN baru sedang dibangun di 15 negara, diantaranya sekitar 30 Negara baru yang memulai program tenaga nuklir, jutaan sumber radioaktif yang digunakan dalam kedokteran, pertanian, industri, penelitian, dan lainya. Begitu juga untuk membangun infrastruktur keamanan nuklir yang efektif dan berkelanjutan penting untuk perlindungan individu, masyarakat, masyarakat dan lingkungan hidup.

Menurut Abdul Aziz, peran IAEA terutama keamanan nuklir adalah tanggung jawab nasional. IAEA juga mendukung Negara, atas permintaan, dalam upaya untuk membangun dan mempertahankan efektif keamanan nuklir melalui bantuan di pengembangan kapasitas, pedoman atau standar, pengembangan sumber daya manusia dan risiko pengurangan.

Selain itu memfasilitasi kepatuhan terhadap implementasi instrumen hukum internasional terkait dengan keamanan nuklir.

Semua kegiatan keamanan nuklir IAEA dilaksanakan dan disesuai dengan rencana keamanan nuklir, NSP terbaru 2018-2021 disetujui oleh BoG dan diadopsi oleh GC61 pada 17 September 2017.

Diantaranya menegaskan kembali peran utama Agency di internasional keamanan nuklir, mengikuti garis besar program Agency Program dan Anggaran untuk 2018-2019 (Program 3,5).

Kontribusi Indonesia untuk Kegiatan Keamanan Nuklir meliputi : Indonesia mengakui pentingnya keamanan nuklir, berpartisipasi dalam semua Nuclear Security Summits, dan mendukung Konferensi Internasional IAEA tentang Keamanan Nuklir pada tahun 2013 dan 2016, Indonesia juga telah meratifikasi CPPNM, Amandemennya, serta ICSANT.

Indonesia menerapkan langkah-langkah perlindungan fisik untuk nuklir dan lainnya seperti bahan radioaktif, dan mengembangkan kemampuan deteksi di berbagai pelabuhan laut dan lokasi strategis, menggunakan sumber daya sendiri dan bekerja sama dengan IAEA.

Sebelum Kuliah Umum di tutup, oleh Rektor Unhan dibuka sesi tanya jawab antara mahasiswa Unhan kepada Direktu Divisi Keamanan Nuklir IAEA. Serta dilakukan penyerahan cindera mata kepada Direktu Divisi Keamanan Nuklir IAEA.

Kuliah Umum ini tidak hanya diikuti mahasiswa Unhan tetapi juga dihadiri pejabat Eselon I, II, III Unhan serta seluruh Dosen di lingkungan Unhan. (ARMAN R)

Berita Terkait