Selasa, 25 September 2018 | 10:44:38 WIB

Hari Buruh, Mahasiswa Minta Pemprov Malut Sediakan Lapangan Kerja Bagi Buruh

Selasa, 1 Mei 2018 | 23:37 WIB
Hari Buruh, Mahasiswa Minta Pemprov Malut Sediakan Lapangan Kerja Bagi Buruh

(FOTO: RIDWAN/LINDO)

SOFIFI, LINDO - Puluhan elemen masyarakat, pada Selasa (1/5) siang melakukan aksi unjukrasa di perempatan lampu merah di Desa Galala, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara.

Massa yang tergabung dari berbagai elemen organisasi seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), dan Gerakan Mahasiswa (Gamhas) Provinsi Maluku Utara (Malut), melakukan aksi demo buruh dalam rangka memperingati hari buruh sedunia (May Day).

Koordinator aksi Noval saat ditemui LINDO menyampaikan bahwa aksi demo kali ini adalah sebuah refleksi untuk menyampaikan pesan pada hari buruh dengan persoalan-persoalan yang terjadi di Provinsi Maluku Utara.

Noval menegaskan persoalan pemerintah Provinsi Malut saat ini adalah harus mampu menyelesaikan persoalan pertambangan serta kasus korupsi yang terjadi di Maluku Utara yang merugikan rakyat Maluku Utara. Noval mengakui, setiap investor asing yang masuk di daerah Malut, seakan-akan tidak memberikan kontribusi bagi rakyat Maluku Utara mulai dari persoalan, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lain-lain.

"Kalau setiap investor asing masuk ke daerah, seakan-akan tidak memberikan kontribusi nyata pada masyarakat di Maluku Utara," ujar Noval.

Selama ini kata dia, banyak hal-hal yang terjadi di masyarakat, termasuk masyarakat yang ada di daerah Halmahera Barat.

"Menurut kami saat ini masih banyak masyarakat yang bermasalah dengan perusahaan pertambangan, seperti yang terjadi di daerah Halmahera Barat," kata Noval.

Dalam kesempatan itu, Noval berharap agar pemerintah Provinsi Maluku Utara segera memberikan lapangan kerja bagi kaum buruh.

"Saya berharap agar pemerintah provinsi Maluku Utara mau memberikan lapangan kerja pada kaum buruh," tuturnya. (RIDWAN)

 

Berita Terkait