Senin, 24 September 2018 | 19:13:20 WIB

Kegagalan Kontruksi Jembatan Kali Waci Haltim Tidak Diproses Secara Hukum

Kamis, 3 Mei 2018 | 21:12 WIB
Kegagalan Kontruksi Jembatan Kali Waci Haltim Tidak Diproses Secara Hukum

Inilah jembatan Kali Waci yang berada di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara yang dulu pembangunannya bermasalah. (FOTO: IST/LINDO)

TERNATE, LINDO - Ada kegagalan konstruksi bangunan atas pekerjaan pembangunan jembatan Kali Waci di Halmahera Timur, sebesar Rp 24.819.069.000,00 pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Halmahera Timur tahun 2006, yang termuat dalam LHP tahun 2008, 2009 yang hingga kini belum juga di tindak lanjuti,

Demikian hal itu dikatakan Kepala Inspektorat Provinsi Maluku Utara Bambang Hermawan, saat di hubungi LINDO melalui via telpon, baru-baru ini di Ternate, Maluku Utara.

Bambang menegaskan, untuk menindak lanjuti hasil temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Maluku Utara ditahun 2008, 2009 tersebut, Gubernur Maluku utara Abdul Gani Kasuba telah menandatangai SK pembebanan tetap.

“Tinggal menunggu untuk di serahkan pada yang bersangkutan tetapi sebagianya sudah di serahkan, tinggal pihak ketiga yang belum di serahkan dan pihak ketiga akan di serahkan dari belakang,” ujar Bambang.

Bambang menambahkan, sementara ini pihaknya masih melengkapi bukti-bukti yang cukup untuk di lakukan penuntutan karena itu sudah masuk pada wilayah Hukum.

“Inpektorat hanya mengalihkan proses hukum admistrasi negara menjadi hukum pidana, karena penyidik akan melakukan penyelididkan berdasarkan dokumen yang berada di BPK untuk pengembangan selanjutnya," imbuhnya.

Sementara itu dari hasil audit BPK Perwakilan Malut, tahun 2008, 2009, pembangunan jembatan Kali Waci Haltim di laksanakan pada tahun 2006 dimana pembangunan jembatan tersebut dilakukan dalam dua tahap yakni pekerjaan perencanaan teknik pembangunan Jembatan Kali Waci tahap satu dilaksanakan berdasarkan Surat Perjanjian Kerja Nomor 04/SPP-JK/DPU-HT/II/2006 tanggal 28 Februari 2006 senilai Rp 184.300.000,00 oleh Konsultan Perencana CV. CEC.

Sementara  untuk pekerjaan pembangunan Jembatan Waci tahap ke dua (Oprit, Lantai dan Timbunan), dilaksanakan berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan Nomor 632/35/SPP-JBLK.BM/DPUHT/ VII-2007 tertanggal 14 Juli 2007 senilai Rp.800.730.000,00 yang dilaksanakan oleh CV. WKU.

Pekerjaan dimulai berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor 632/35/SPMK-JBLK.BM/DPU-HT/VII-2007 tanggal 14 Juli 2007. Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 150 hari kalender, atau berakhir tanggal 10 Desember 2007.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik pada hari Minggu tanggal 6 Juni 2010, diketahui bahwa Jembatan Kali Waci telah roboh dan patah di tengah. Sesuai dengan penjelasan PPTK, yang termuat dalam hasil audit BPK RI Malut bahwa kejadian rubuhnya Jembatan Kali Waci tersebut sedang dalam proses pemeriksaan oleh Kejaksaan Tinggi Ternate.

Hal tersebut mengakibatkan, terjadinya kegagalan konstruksi bangunan atas pekerjaan Pembangunan Jembatan Kali Waci sebesar Rp24.819.069.000,00. Penyebab terjadinya runtuh/patahnya Jembatan Kali Waci, secara teknis Kepala Dinas PU tidak segera melakukan penyelidikan atas penyebab terjadinya runtuh/patahnya jembatan tersebut dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Atas permasalahan tersebut diatas, Dinas Pekerjaan Umum membenarkan telah terjadi kerusakan pada Jembatan Kali Waci dengan kondisi bangunan pier tengah jembatan arah Waci terguling ke arah Peteley dengan posisi sudah berada pada dasar Kali Waci dan untuk bagian bawah bangunan pier serta tiang pancang tidak dapat terlihat karena berada di bawah permukaan dasar Kali Waci. Akibat dari tergulingnya dan penurunan pier tersebut maka bangunan atas berupa rangka baja dan lantai beton jembatan yang sementara dalam pekerjaan pun ikut rusak pada beberapa segmen.

BPK Malut merekomendasikan Bupati Halmahera Timur agar memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum melakukan penyelidikan dengan menggunakan tenaga teknis independen, atas penyebab terjadinya runtuh/patahnya jembatan tersebut dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. (TIM LINDO)

 

Berita Terkait