Kamis, 15 November 2018 | 09:28:05 WIB

Dua LSM Malut Desak Kejati dan Polda Malut Usut Kegagalan Kontruksi Jembatan Kali Waci di Haltim

Jum'at, 4 Mei 2018 | 20:41 WIB
Dua LSM Malut Desak Kejati dan Polda Malut Usut Kegagalan Kontruksi Jembatan Kali Waci di Haltim

Jembatan kali waci di Haltim. (FOTO: IST/LINDO)

TERNATE, LINDO – Dua lemabaga suadaya masarakat (LSM) yang beroprasi di wilayah maluku utara, mendesak kejaksaan tinggi (kejati) dan kepolisian Polda Maluku utara, agar segra mengusut Tuntas kegagalan kontruksi jembatan kali waci Halmahera timur (Haltim) yang di duga merugikan negara puluhan Milyar. Dua lembag tersebut yakni Nort Malucas Cers (NMC) perduli Maluku utara dan KPPPI Maluku utara.

Ketua DPD Maluku Utara KPPPI Muhamad Saifudin, pada awak media mengatakan, kegagalan konstruksi bangunan atas pekerjaan pembangunan jembatan Kali Waci di Halmahera Timur, pada tahun 2008-2009 yang diduga telah merugikan negara sebesar puluhan miliyar rupiah, sebab jembatan tersebut telah mengalami patahan sehingga runtuh secara keseluruhan.

"Pekerjaan tersebut menelan anggran sebesar Rp.24.819.069.000,00 yang bersusmber dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Halmahera Timur tahun 2006 dan telah menjadi temuan BPK tahun 2008, 2009 yang hingga kini belum juga di tindak lanjuti oleh aparat penegak hukum," katanya.

Saifudin menegaskan BPK Perwakilan Malut, pada tahun 2008, 2009 telah mengaudit pembangunan jembatan Kali Waci Haltim yang di laksanakan pada tahun 2006 dimana pembangunan jembatan tersebut dilakukan dalam dua tahap yakni Pekerjaan Perencanaan Teknik Pembangunan Jembatan Kali Waci Tahap ke satu yang dilaksanakan berdasarkan Surat Perjanjian Kerja Nomor 04/SPP-JK/DPU-HT/II/2006 tertanggal 28 Februari 2006 senilai Rp 184.300.000,00 oleh Konsultan Perencana CV. CEC.

Sementara untuk pekerjaan pembangunan jembatan Waci Tahap ke dua (Oprit, Lantai dan Timbunan), dilaksanakan berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan Nomor 632/35/SPP-JBLK.BM/DPUHT/ VII-2007 tanggal 14 Juli 2007 senilai Rp800.730.000,00 yang dilaksanakan oleh CV. WKU. Pekerjaan dimulai berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor 632/35/SPMK-JBLK.BM/DPU-HT/VII-2007 tanggal 14 Juli 2007. Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 150 hari kalender, atau berakhir tanggal 10 Desember 2007.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik pada hari Minggu tanggal 6 Juni 2010, diketahui bahwa Jembatan kali waci telah roboh dan patah di tengah. Sesuai dengan Penjelasan PPTK, yang termuat dalam hasil audit BPK RI bahwa kejadian rubuhnya jembatan Waci tersebut sedang dalam proses pemeriksaan oleh Kejaksaan Tinggi Ternate.

Hal tersebut mengakibatkan, terjadinya kegagalan konstruksi bangunan atas pekerjaan Pembangunan Jembatan Kali Waci sebesar Rp24.819.069.000,00. Penyebab terjadinya runtuh/patahnya Jembatan Kali Waci, secara teknis Kepala Dinas PU tidak segera melakukan penyelidikan atas penyebab terjadinya runtuh/patahnya jembatan tersebut dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Atas permasalahan tersebut diatas, Dinas Pekerjaan Umum membenarkan telah terjadi kerusakan pada Jembatan Kali Waci dengan kondisi bangunan pier tengah jembatan arah Waci terguling ke arah Peteley dengan posisi sudah berada pada dasar kali Waci dan untuk bagian bawah bangunan pier serta tiang pancang tidak dapat terlihat karena berada di bawah permukaan dasar kali Waci. Dan akibat dari tergulingnya dan penurunan pier tersebut maka bangunan atas berupa rangka baja dan lantai beton jembatan yang sementara dalam pekerjaan pun ikut rusak pada beberapa segmen.

BPK RI merekomendasikan Bupati Halmahera Timur agar memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum melakukan penyelidikan dengan menggunakan tenaga teknis independen, atas penyebab terjadinya runtuh/patahnya jembatan tersebut dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. (ANTO)

 

Berita Terkait