Rabu, 27 Maret 2019 | 10:16:27 WIB

Gerakan Pemuda Ansor Kutuk Keras Pelaku Bom Gereja di Surabaya

Minggu, 13 Mei 2018 | 16:47 WIB
Gerakan Pemuda Ansor Kutuk Keras Pelaku Bom Gereja di Surabaya

Ledakan bom terjadi di Gereja GKI Jalan Diponegoro dan di Gereja Pantekosta di Jalan Arjono. Tampak petugas satpam sedang menyelamatkan korban ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). (FOTO: IST/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor mengutuk keras bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, di Ngagel, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5).

Ledakan bom juga terjadi di Gereja GKI Jalan Diponegoro dan di Gereja Pantekosta di Jalan Arjono. Aksi bom bunuh diri di tengah jemaat tengah beribadah merupakan perbuatan keji dan tidak beradab.

“Kami mengutuk keras tindakan keji, biadab, dan tidak berperikemanusian tersebut. Apalagi dilakukan di saat jemaat tengah beribadah,” tegas Yaqut.

Yaqut meminta aparat kepolisian segera menangani kasus ini, terutama jemaat atau masyarakat yang menjadi korban, baik meninggal maupun luka-luka. Selanjutnya pihaknya meminta Polri mengusut cepat kasus bom bunuh diri tersebut.

“Kami minta aparat bertindak cepat untuk menangani kasus ini, memberikan jaminan keamanan dan rasa aman kepada masyarakat. Kami mendukung langkah tegas polisi dalam menangani aksi terorisme karena perbuatan mereka keji,” Gus Yaqut, sapaan akrabnya.

Menurut Gus Yaqut, aksi bom bunuh diri tersebut diduga kuat merupakan aksi lone wolf, jaringan atau sel terputus teroris. Yang menarik, masih kata Gus Yaqut, ada fenomena aksi lone wolf ini dilakukan kaum perempuan.

“Mereka terpapar radikalisme dan terorisme dari media sosial. Mereka bergerak sendiri, meski berbaiat dengan kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD). Sebab itu mereka bisa membuat bom dan taktis dalam bergerak. Mereka akan terus melakukan teror. Saya melihat ini sudah darurat terorisme. Kejadian demi kejadian terus terjadi,” terangnya.

Gus Yaqut mengatakan, apa yang dilakukan tersebut dimaksudkan untuk melakukan teror kepada aparat dan masyarakat, terutama pasca peristiwa di Mako Brimob. Mereka memanfaatkan momentum peristiwa Mako Brimob.

Melihat kondisi ini Gus Yaqut meminta masyarakat untuk tenang. Serahkan semua kepada aparat kepolisian. “Tidak perlu takut, namun tetap waspada. Ayo, #BersatuLawanTeroris,” pungkasnya. (OKEZONE)

 

Berita Terkait