Jumat, 19 Oktober 2018 | 12:21:57 WIB

Bupati Bahrain Kasuba Kecam Aksi Peladakan Bom di Surabaya

Senin, 14 Mei 2018 | 15:54 WIB
Bupati Bahrain Kasuba Kecam Aksi Peladakan Bom di Surabaya

Kepolisian Daerah Jawa Timur menduga kasus ledakan di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, yang terjadi pada Minggu, 13 Mei 2018, malam, masih berhubungan dengan ledakan bom di tiga gereja di Surabaya. Polisi saat ini sudah selesai melakukan proses evakuasi terhadap para korban yang meninggal dunia. FOTO: ANTARA/LINDO)

HALSEL, LINDO - Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba ikut prihatin atas terjadinya peristiwa serangan bom disurabaya, pada Minggu (13/5) pagi. Bupati juga mengecam keras aksi terorisme yang menyerang tiga tempat ibadah yang ada di kota Surabaya.

"Pemerintah Daerah Kabupaten Halsel juga turut berbelasungkawa, serta mengecam keras aksi kejadian bom bunuh diri disurabaya, yang menjatuhkan banyak korban  tidak bersalah, dimana ini dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," tegas Bupati.

Dalam kondisi seperti ini, Bahrain menghimbau agar seluruh masyarakat Halsel tidak terprovokasi dengan kejadian yang terjadi disurabaya.

“Saya berharap masyarakat Halsel untuk tetap tenang jangan terpancing, tetap menjaga kerukunanan beragama, mari kita sama-sama menjaga Negara dan Daerah ini yang telah kita rawat selama ini,  agar tetap aman," ujar Bupati.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengungkapkan sebanyak 14 jiwa menjadi korban ledakan di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Enam jenazah sudah diidentifikasi, satu jenazah di antaranya dikembalikan kepada keluarga.

"Yang sudah dikembalikan kepada keluarga baru satu jenazah bernama Puji Astuti, 60, tadi pukul 10.30 WIB," kata Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Mapolda Jatim, Surabaya.

Barung tidak menjelaskan identitas keenam jenazah yang sudah diidentifikasi. Sebab, petugas masih mencocokkan data postmortem dan antemortem serta data primer dan sekunder di DVI Pusat Polda Jatim di RS Bhayangkara.

Jenazah ke-14 yang baru teridentifikasi berinisial N, 8, adik dari VE, 11, yang juga meninggal dunia karena ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya, Minggu, 13 Mei 2018.

Sementara itu, berdasarkan catatan Polda Jatim, ada 43 korban luka yang masih dirawat di delapan rumah sakit di Surabaya. Korban-korban tersebut dirawat di delapan rumah sakit berbeda, yaitu:
- RSU dr Soetomo sebanyak 3 orang,
- RS William Booth sebanyak 2 orang,
- RS Bhayangkara Polda Jatim sebanyak 6 orang,
- RS Siloam sebanyak 5 orang,
- RS Angkatan Laut dr Ramelan sebanyak 1 orang,
- RS Bedah sebanyak 14 orang,
- RKZ sebanyak 7 orang, dan
- RS Premier sebanyak 5 orang.

(ANTO)

 

Berita Terkait