Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:14:35 WIB

Kepala Desa Loleo Halteng Korupsi Sisa Dana Pengadaan Bibit Pala

Rabu, 16 Mei 2018 | 12:18 WIB
Kepala Desa Loleo Halteng Korupsi Sisa Dana Pengadaan Bibit Pala

Kepala Desa Loleo yang berinisial (AL). (FOTO: FAISAL/LINDO)

HALTENG, LINDO - Pengadaan bibit pala pada tahun 2018 awal yang menggunakan dana desa (ADD) dengan jumlah anggaran Rp.112.500.000. Anggaran itu telah di ketahui di korupsi oleh Kepala Desa Loleo yang berinisial (AL).

Menurut beberapa sumber dari staf desa ikut membenarkan adanya penyalahgunaan dana ADD yaitu pengadaan bibit pala. Menurut sumber tersebut, pengadaan bibit pala tanpa di bentuk tim pengelola kegiatan (TPK).

"Padahal kepala desa bersama staf desa harus membetuk tim tersebut, sehingga dalam kegiatan tersebut tidak ada simpang siur antara kami pemerintah desa dengan masyarakat," kata sumber di kantor desa

Menurut mereka kepala desa sengaja mengambil dana ADD kepada bendahara desa saudara Dahlan yang juga kaka ipar kandung kepala desa Loleo, membelanjakan bibit pala secara diam-diam.

"Memang benar kepala desa kami tidak membentuk TPK, dia langsung mengambil dana kepada bendahara dan langsung belanja bibit secara diam-diam. Jadi kami tahu setelah bibit itu selesai di bagikan ke warga. Kami sendiri pun tidak tahu berapa banyak bibit pala yang dia beli. Bahkan harga bibit pala per satu pohonpun kami tidak mengetahuinya, sehingga berapa sisa anggaran kami tidak tahu," ujarnya.

Menurut mereka, kepala desa Loleo jika sudah menyangkut anggran desa, yang bersangkutan tidak pernah transparan.

"Kepala desa kami kalau sudah menyangkut dengan dana tidak pernah terbuka kepada kami," tegasnya.

Para staf beserta badan permusyawaratan desa (BPD) bersepakat sisa anggaran dana dari pembelian bibit pala agar disumbangkan ke masjid.

"Kami seluruh staf beserta BPD dan kepala desa telah bersepakat agar sisa dari anggaran pengadaan bibit pala  akan kami sumbangkan seluruhnya pada pembangunan mesjid di Desa Loleo," terangnya.

Selanjutnya, mereka baru mengetahui dana yang disumbangkan oleh kepala desa ke pembangunan masjid sebesar Rp.20 juta.

"Belakangan ini baru kami mengetahui bahwa ternyata kepala desa telah memberikan uang ke panitia pembangunan mesjid sebesar Rp.20 juta, beserta sepuluh sak semen," paparnya.

Lebih lanjut sumber mengungkapkan selesai pengadaan bibit pala, kepala desa mereka membelanjakan perahu fiber bekas milik bapak Hamka, dan membelanjakan satu buah sepeda motor yamaha, dengan dugaan korupsi senilai puluhan juta rupiah.

"Yang membuat kami heran adalah paska pengadaan bibi pala, kepala desa langsung belanja perahu fiber bekas milik bapak Hamka yang bedomisili di kota weda dan satu buah sepeda motor yamaha bermerek (fino), sehingga pengadaan bibit pala ini menjadi buah bibir dimasyarakat," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, mereka beraharap agara pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, melalui instansi yang berwenang agar yang bersangkutan dapat diusut kasusnya.

"Kami mengharapkan agar pemerintah Kabupaten Halteng, dalam hal ini instansi aparat penegak hukum dapat memproses kasus korupsi yang dilakukan oleh kepala desa Loleo serta mengusut masalah lain di desa Loleo hingga ke akar-akarnya. Jika perlu kami dari staf siap memberikan kesaksian dalam penyalahgunaan ADD," tandasnya.

Hingga berita ini di lansir, Kepala Desa Loleo tidak pernah melaporkan berapa sisa dana dari hasil belanja bibit pala yang ia gunakan. (FAISAL)

 

Berita Terkait