Jumat, 25 Mei 2018 | 22:05:36 WIB

Kasad : Sinergitas Komponen Bangsa, Bangun Imunitas Bangsa Untuk NKRI

Rabu, 16 Mei 2018 | 12:36 WIB
Kasad : Sinergitas Komponen Bangsa, Bangun Imunitas Bangsa Untuk NKRI

(FOTO : DISPENAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Imunitas Bangsa atau Immunity of nation, terbukti menjadikan Bangsa Indonesia kebal dari pengaruh virus yang mengikis kebangsaan Indonesia yang  dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Hal demikian disampaikan Kepala Staf Angatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono pada acara silaturahi dengan berbagai komponen masyarakat, pemimpin media massa  dan tokoh lintas agama, yang digelar di Aula Jenderal Besar A.H Nasuiton Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) Jakarta, Selasa, (15/5).

 

Perluasan isu hoax dan ujaran kebencian di Indonesia saat ini begitu masif, sehingga amplifikasi melalui media konvensional maupun media sosial dengan 130 juta pengguna aktif dari 260 juta penduduk, sangatlah efektif untuk membentuk opini masyarakat. 

 

Hal ini menurutnya, didukung pula oleh rendahnya rata-rata pendidikan masyarakat Indonesia yang hanya mencapai 8,6 tahun atau setara dengan Kelas 2 SMP, sebagaimana yang ditemukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017.

 

"Meningkatnya suhu politik dan keamanan selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada tahun 2017 sebagai akibat dari penggunaan hoax dan kebencian oleh para politisi melalui berbagai saluran media, hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua tentang kerawanan media yang dapat menyebarkan konten-konten yang dapat  mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," terang Jenderal TNI Mulyono. 

 

Tentunya kata Kasad, semua pihak tidak menginginkan kondisi tersebut kembali terjadi selama pelaksanaan pesta demokrasi pada tahun 2018 dan 2019 yang akan datang, di mana secara bersamaan negara Indonesia akan menyelenggarakan tiga hajatan penting, yaitu Pilkada Serentak di 171 wilayah, Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, serta tahapan Pilpres/Wapres dan anggota DPR pada tahun 2019. 

 

Ditegaskan Kasad, segala sumber daya yang melimpah ruah, dan bonus demografi yang sangat besar, bahkan jauh dari negara-negara lain, namun belum dapat membantu pemerintah secara optimal guna meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan nasional.

 

“Bagi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), memang hal itu dapat dikatakan sebagai diluar batas kewenangan, namun jika kita telisik lebih dalam lagi, maka sesungguhnya esensi dari sistem pertahanan rakyat semesta adalah kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa. Oleh karenanya, TNI AD merasa terpanggil untuk menyelaraskan fungsi pertahanan dengan pembangunan kesejahteraan nasional, dan saya yakin juga bahwa Bapak/Ibu sekalian pun turut merasakan hal yang sama,” ujar Jenderal TNI Mulyono.

 

Ia menambahkan, suatu kemustahilan jika mengelola aset yang demikian besar hanya dengan pemikiran yang pragmatis dan sektoral. Untuk itu, dalam berbagai kesempatan, TNI AD senantiasa mengajak seluruh komponen bangsa untuk turut terlibat dan melibatkan diri dalam program yang sedang dibangun oleh pemerintah, khususnya untuk membangun Indonesia sejahtera sesuai dengan fungsi dan bidang kompetensi masing-masing.

 

Perang yang juga dikenal sebagai Unrestricted War ini kata Kasad, strategi dan taktiknya  tidak hanya menggunakan kekuatan militer saja, namun juga mengedepankan kekuatan non militer seperti Ipoleksosbud dan teknologi. 

 

"Jika dicermati, sesungguhnya perubahan ini juga telah dialami dunia ketika mencairnya perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika, runtuhnya tembok Berlin, pecahnya Uni Soviet dan negara-negara semenanjung Balkan, Perang Irak dan berbagai peristiwa terakhir lainnya yang menaikkan tensi hubungan internasional," paparnya..

 

Pada era sekarang ini peran non state sangatlah dominan, sehingga kekuatan yang digunakan pun lebih berorientansi pada memaksimalkan kekuatan soft power dibandingkan dengan hard power. Kini hal tersebut telah dialami oleh kita, salah satunya mulai terkikisnya nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda. 

 

"Dalam menghadapi kompetisi global ini, saya mengajak agar kita bersama-sama dan kembali bangkit membangun soliditas dan sinergitas guna mewujudkan Indonesia sebagai negara pemenang dan adil sejahtera sebagaimana menjadi cita-cita kita bersama," ujar Kasad. 

 

Kemudian secara khusus, ia juga mengajak agar dalam setiap kesempatan yang ada, kita menggelorakan kembali nilai-nilai luhur bangsa yang berhasil mempersatukan rakyat Indonesia dalam satu semangat perjuangan, yaitu menghargai perbedaan, persatuan dan kesatuan, rela berkorban, pantang menyerah, kebersamaan dan gotong-royong, serta percaya diri. 

 

"Nilai-nilai luhur tersebut yang saya namakan dalam buku yang Bapak/Ibu pegang sebagai Imunitas Bangsa atau Immunity of nation, terbukti menjadikan bangsa kita kebal dari pengaruh virus yang mengikis kebangsaan kita dan dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” harap Kasad. 

 

Menyikapi perhelatan akbar tahun 2018 ini, Kasad menegaskan kembali bahwa netralitas TNI bagi Angkatan Darat sudah final dan tidak bisa ditawar lagi.

 

“Telah menjadi nafas dan jiwa kita dalam memberikan pengabdian yang terbaik bagi rakyat dan Bangsa Indonesia. Kita sudah tekankan kepada seluruh jajaran TNI AD untuk tidak terlibat, atau melibatkan diri dalam politik praktis yang diusung siapapun termasuk para purnawirawan yang notabene mantan atasannya,” tegas Kasad. (ARMAN R)

Berita Terkait