Minggu, 19 Agustus 2018 | 04:43:58 WIB

Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim Sampaikan Materi Reposisi ADIZ Kepada Mahasiswa Unhan

Rabu, 16 Mei 2018 | 20:16 WIB
Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim Sampaikan Materi Reposisi ADIZ Kepada Mahasiswa Unhan

Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim (berjas hitam berkacamata). (FOTO : PORTALKOMANDO/LINDO)

BOGOR, LINDO - Ratusan mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) menerima Kuliah Umum dari mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, di Gedung Auditorium Kampus Unhan, Kawasan IPSC Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/5).

Kuliah umum yang bertema “Reposisi Air Defense Identification Zone (ADIZ)” itu dibuka langsung oleh Rektor Unhan Mayjen TNI Dr. Yoedhi Swastanto.

Marsekal (Purn) Chappy Hakim dalam pemaparannya menjelaskan bahwa, pentingnya zona ruang udara dalam rangka penyelenggaraan kedaulatan negara atas wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini menurutnya, berdasarkan Pasal 6 Undang – Undang (UU) No.1 tahun 2009 tentang dalam rangka penyelenggaraan kedaulatan negara atas wilayah udara NKRI, Pemerintah melaksanakan wewenang dan tanggung jawab pengaturan ruang udara untuk kepentingan penerbangan, perekonomian nasional, Hankamneg, Sosbud, serta lingkungan udara.

Marsekal (Purn) Chappy Hakim menjelaskan, dalam penerapan Reposisi ADIZ, perlunya antisipasi terhadap kemungkinan protes dari negara lain yang ditinjau dari wilayah perbatasasan seperti wilayah Natuna, Ambalat dan di sekitar Philipina, dan sedapatnya penetapan koordinat-koordinat ADIZ tersebut sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.

“Jika belum disepakati koordinatnya maka ditetapkan berdasarkan posisi Indonesia. kemudian prosedur ADIZ berlaku jika penerbangan pesawat asing tersebut memasuki wilayah ADIZ dan mengarah ke wilayah udara Indonesia,” terangnya.

Ditinjau dari aspek prosedur hukum tambahnya, harus jelas antara Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) dengan Airnav Indonesia. “Dalam hal komunikasi dan alih komando serta kendali terhadap pesawat pelanggar dan pentingnya informasi yang jelas dalam AIP bahwa ADIZ ini bukan perluasan wilayah nasional tetapi ruang peringatan dini,” Papar Chappy.

Sementara itu, Rektor Unhan Mayjen TNI Yoedhi Swastanto mengucapkan terima kasih kepada Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim yang telah berkenan memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Unhan.

“Terima kasih telah meluangkan waktu dan tenaga untuk memberikan kuliah umum kepada 237 mahasisa Unhan,” tuturnya.

Dalam kuliah umum ini, Rektor Unhan berkesempatan membuka sesi tanya jawab antara mahasiswa Unhan dengan Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim.

Kuliah umum ini tidak hanya diikuti seluruh mahasiswa Unhan saja, tetapi juga dihadiri pejabat Eselon I, II, III dan IV Unhan serta seluruh Dosen di lingkungan Unhan. (ARMAN R)

Berita Terkait