Rabu, 21 November 2018 | 19:29:37 WIB

KRI Rigel 933 Gelar Operasi Survei dan Pemetaan di Perairan Laut Jawa

Jum'at, 18 Mei 2018 | 18:36 WIB
KRI Rigel 933 Gelar Operasi Survei dan Pemetaan di Perairan Laut Jawa

Dansatsurvei Kolonel Laut (P) Nunung Suhartono saat melepas keberangkatan KRI Rigel-933 di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (FOTO: DISINFOLAHTA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - KRI Rigel-933, kapal survei canggih milik TNI AL menggelar operasi survei dan pemetaan (opssurta) di perairan Laut Jawa, dalam rangka mengumpulkan data kelautan untuk kepentingan keselamatan pelayaran dan kepentingan pertahanan.

Kapal perang jenis Bantu Hidro-oseanografi (BHO) dengan komandan Letkol Laut (P) Agus Triyana ini dilepas keberangkatannya oleh Komandan Satuan Survei Pushidrosal (Dansatsurvei) Kolonel Laut (P) Nunung Suhartono di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

KRI Rigel akan melaksanakan operasi survei dan pemetaan dengan kegiatan di antaranya  pengukuran kedalaman laut (Bathimetry, pencitraan dasar laut dengan menggunakan side scan sonar, pengukuran pasang surut air laut, pengukuran arus dan gelombang laut, pengukuran sedimentasi, serta pengambilan contoh dasar dan air laut.

KRI Rigel 933 adalah kapal jenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV). Kapal tersebut masuk ke dalam sejarah baru di jajaran kapal-kapal TNI AL dalam armada kapal modern, khususnya kapal survei hidro-oseanografi.

Kapal yang terbuat dari alumunium dengan bobot 560 ton dengan panjang 60,1 meter dan lebar 11,5 meter ini,  dilengkapi peralatan Autonomous Underwater Vehicle (AUV) yang berfungsi melaksanakan pencitraan bawah laut sampai dengan kedalaman 1.000 meter dan mengirim kembali data secara periodik ke kapal utama dalam hal ini kapal BHO.

Kapal ini juga dilengkapi Remotely Operated Vehicle (ROV), Side Scan Sonar, Laser Scaner untuk mendapat gambaran daratan, dan Automatic Weather Station, Echosounder Multibeam laut dalam dan Singlebeam, Peralatan Conductivity Temperatureand Depth (CTD), Gravity Cores, kelengkapan Laboratorium serta kemampuan survei perikanan. (Disinfolahta)

 

Berita Terkait