Sabtu, 23 Juni 2018 | 03:39:27 WIB

Tahun ini BI Perwakilan Malut Musnahkan Uang Sebanyak 650 Miliyar

Kamis, 24 Mei 2018 | 21:14 WIB
Tahun ini BI Perwakilan Malut Musnahkan Uang Sebanyak 650 Miliyar

Ilustrasi - Petugas Bank Indonesia sedang menunjukan uang seratus ribu rupiah yang tidak layak beredar. (FOTO: HUMAS BI/LINDO)

TERNATE, LINDO - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara memperkirakan sebanyak 650 miliyar uang tidak layak edar akan dimusnakan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Dwi Tugas Waluyanto, ketika di konfirmasi oleh LiputanIndonesiaNews.Com, melalui aplikasi wathsap (WA) mengatakan, Bank Indonesi (BI) Perwakilan Maluku Utara pada tahun lalu, uang tidak layak edar yang diracik atau dimusnahkan sebanyak 600 miliar, dan tahun ini diperkirakan mencapai 650 miliar uang yang di musnahkan.

Dwi Tugas Waluyanto, juga menegaskan, pemusnahan uang tidak layak edar tesebut lebih banyak pecahan uang 20 ribu kebawa. Pecahan kecil atau pecahan 20.000 ke bawah sekitar 65 persen.

"Untuk pecahan 50.000 sekitar 20 persen dan pecahan 100.000 sekitar 15 persen," jelasnya.

Dwi juga menyampaikan, uang yang ada di semua Bank yang ada di Maluku Utara berasal dari Bank Indonesia dan uang layak edar ada standarnya, jadi uang yang bukan uang baru tapi masih layak edar.

"Standar uang layak edar disebut soil level dan berdasarkan survey yang dilakukan oleh lembaga independen, tingkat kelayakan atau soil level uang beredar di Malut masih cukup tinggi dan masih bisa diedarkan lagi," ujarnya.

Lebih jauh Dwi mengungkapkan, BI dalam memusnahkan uang yang tidak layak edar bendasarkan kepada standar soli level. Sementara uang yang masih layak edar dimusnahkan akan membebani negara karena biaya untuk mencetak uang baru sangat tinggi.

"Dalam pengedaran uang, kedepan BI juga akan bekerjasama dengan pegadaian dan kantor pos," papar Dwi Tugas Waliyanto.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, hampir setiap minggu di BI ada pemusnahan uang. "Bank-bank yang ada di Maluku Utara mengirim uang tidak layak edar ke BI dan di BI uang-uang tidak layak edar tersebut segera dimusnahkan," paparnya.

Berdasarkan jumlah uang tidak layak edar yang dimusnahkan terseb, Bank Indonesia minta pengiriman uang baru dari Kantor Pusat. (ANTO)

 

Berita Terkait