Minggu, 19 Agustus 2018 | 07:19:21 WIB

Jelang Lebaran, Harga Cabai dan Bawang di Pasar Bastiong Ternate Melejit

Rabu, 30 Mei 2018 | 14:53 WIB
Jelang Lebaran, Harga Cabai dan Bawang di Pasar Bastiong Ternate Melejit

Harga cabai merah di pasar Bastiong kurang stabil, karena adanya permainan harga dikalangan pedagang pasar. (FOTO: ALDY/LINDO)

TERNATE, LINDO - Harga cabai merah dan harga bawang merah dikabarkan melejit di sejumlah pasar yang ada di Kota Ternate, karena minimnya pasokan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pengelola Terpadu Pasar Bastiong, Kota Ternate Selatan Abdul Muis Jumadil mengatakan, penyebab tingginya harga cabai karena faktor cuaca yang kurang baik. Sejak awal bulan kemarin hingga saat ini merupakan musim penghujan.

"Kemarin kami cek ke pedagang pasar di sini tidak terganggu walaupun intentitas cuaca kurang baik," kata Muis di ruang kerjanya, di Ternate, Senin (28/5).

Lelaki kelahiran Tidore ini menegaskan, komoditas cabai merah, bawan merah/putih, hingga daging ayam bisa bertahan selama puasa dan jelang lebaran Idul FItri.

"Jika dalam kondisi cuaca buruk maupun faktor lain, saya yakin harga cabai rawit, cabai kriting, bawang merah dan sejumlah bahan kebutuhan lainnya jelang lebaran idul fitri tidak begitu signifikan jika naik. Saya rasa harga tidak begitu mahal," tandas Muis.

Lebih jauh pria yang sering disapa dengan sebutan Pak Sek ini mengungkapkan bahwa untuk pedagang pasar yang ada di pasar Bastiong selalu menjaga mutu dan kualitas dagangan, apalagi dengan bermain harga.

"Saya rasa pedagang disini semua tidak serta merta menaikan harga cabai dan harga bawang merah yang tinggi. Mereka tidak berani bermain-main dengan harga, karena merak juga memikirkan dengan konsumen mereka," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang binaan dari Unit Pengelola Terpadu Pasar Bastiong, Rusna menjelaskan untuk harga bawang merah, bawang putih, yang ia jual sempat turun di pasaran, namun kini kembali naik.

"Khusus untuk komoditas cabai dan bawang merah naik karena faktor hujan dan adanya permintaan terus menerus dari konsumen. Sudah biasa harga disini sering naik turun, dan bagi konsumen sudah hal biasa," ungkap Rusna.

Sedangkan Jufri pedagang ayam potong dipasar itu mengaku harga ayam potong yang ia jual saat ini mengalami kenaikan karena disebabkan permintaan konsumen jelang puasa hingga jelang lebaran makin tinggi.

"Biasanya kalau jelang lebaran harga ayam potong dan harga daging sapi maupun daging kambing makin tinggi harganya. Kemarin saja jelang puasa permintaan ayam potong makin tinggi, yah mau tidak mau harganya juga ikut tinggi," tutur Jufri.

Sedangkan terkait dengan kenaikan harga sejumlah komoditas yang ada dipasar itu, Abdul Muis Jumadil mengakui bahwa pihaknya belum menemukan adanya permainan di rantai distribusi atau permainan harga di pasar ini.

"Sementara ini kita lihat belum ada faktor permainan atau yang mempengaruhi di distribusi. Saat ini kita juga belum dapat laporan tentang permainan harga komuditas yang dimainkan oleh pedagang maupun oknum lain. Disini paling aman hal itu," papar Muis. (ALDY)

 

Berita Terkait