Sabtu, 23 Juni 2018 | 07:13:35 WIB

Lantamal IX Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Lahir Pancasila

Jum'at, 1 Juni 2018 | 14:00 WIB
Lantamal IX Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Lahir Pancasila

(FOTO: DISPEN LANTAMAL/LINDO)

MOROTAI, LINDO - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon memperingati hari lahir Pancasila tahun 2018 dengan menggelar Upacara Bendera di Lapangan Apel Markas Komando Lantamal IX Ambon.

Upacara yang diikuti oleh seluruh personel militer Lantamal IX dan Prajurit Yonmarhanlan IX Ambon serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lantamal IX itu dipimpin Asisten Intelijen (Asintel) Danlantamal IX Kolonel Laut (KH) Yus Harianto, S.H., selaku Inspektur Upacara (Irup). Jum’at (1/6).

Pada upacara yang berjalan khidmat tersebut, Irup membacakan amanat Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo yang menyampaikan bahwa pada upacara peringatan hari lahir Pancasila yang diselenggarakan pertama kalinya Ini meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjut disampaikan, Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar Para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.

Kita perlu belajar dari pengalaman buruk Negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara, dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong-royong.

Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu-membahu cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata internasional.

Diakhir amanat, Presiden RI mengajak kita semua untuk terus menjaga perdamaian, persatuan dan persaudaraan. “Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran dan saling membantu untuk kepentingan bangsa serta saling bahu membahu dan bergotong-royong demi kemajuan Indonesia,” sambungnya. (DISPEN LANTAMAL IX)

Berita Terkait