Selasa, 25 September 2018 | 10:47:10 WIB

Pembelian Perlengkapan Atlet dan Pelatih tidak Memenuhi Standar

Sabtu, 2 Juni 2018 | 13:16 WIB
 Pembelian Perlengkapan Atlet dan Pelatih tidak Memenuhi Standar

Inilah perlengkapan atlet yang tidak memenuhi standar dalam ajang kejurnas di Gorontalo. (FOTO: RIDWAN NAU/LINDO)

SOFIFI, LINDO - Pembelian perlengkapan atlet dan perlengkapan milik pusat pendidikan dan latihan pelajar (PPLP) Provinsi Maluku Utara tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Hal ini dibuktikan dengan pakaian yang digunakan tidak memiliki logo dan nama utusan provinsi yang tertera di pakaian.

Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Hakim Samad, S.Pd mengaakui bahwa dalam pembelian pakaian tidak memenuhi standar karena tidak memiliki nama dan logo yang tertera pada pakaian tersebut.

"Pakaian tersebut tidak memenuhi standar karena tidak memiliki logo dan nama sehingga tidak layak di gunakan dalam ajang kejurnas di Provinsi Gorontalo baru-baru ini," katanya.

Dalam ajang atletik di provinsi Gorontalo, kata dia pakaian tersebut tidak memenuhi standar. Namun sebagai penanggung jawab Kepala Bidang Olahraga maka dirinya siap mengambil kebijakan agar bisa mengikuti kegiatan tersebut.

"Hasilnya bisa memulangkan tiga medali, diantaranya lari 800 meter dan 1500 meter meraih perak serta lempar lembing meraih perunggu," ujarnya.

Menurut Hakim Samad dalam pembelanjaan itu dirinya juga ditunjuk sebagai pelaksana teknis termasuk urusan membelanjakan. Namun dalam praktek pembelanjaanya dia mengaku tidak mengetahui isi pembelanjaan tersebut, dikarenakan jumlah sangat besar.

"Saya tidak mengetahui proses pembelanjaanya nanti setelah barangnya sudah ada baru saya diberi tahu," tandasnya.

Beliau juga mengakui bahwa seharusnya yang melakukan pembelanjaan adalah dirinya, namun dalam pelaksana teknis semuanya sudah diambil alih oleh Kepala Dinas sebagai PPK dan Bendahara.

"Seharusnya sesuai dengan prosedur PTPK yaitu Kabid Olahraga dan Pemuda, namun semuanya diambil alih oleh Kepala Dinas tanpa ada koordinasi dengan kami," tandasnya.

Menurutnya, belanja tersebut nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Namun untuk berapa jumlah pakaian yang di belanjakan, Hakim Samad mengakui tidak tahu tapi untuk keperluan sehari dalam latihan 5 pasang baju.

"Untuk masalah ini saya sudah komunikasikan ke bendahara namun tapi tidak ada respon. Setahu saya masalah seperti ini belum pernah terjadi pada kepala dinas sebelumnya," paparnya.

Hakim Samad mengungkapkan bahwa persoalan ini sudah ada tindak lanjuti dan sudah masuk dalam pemeriksaan dari tim Irjen dari Kementerian di Jakarta yang melakukan peninjauan langsung. Hasil tindak lanjut sementara dalam proses.

"Tim Irjen kementerian sudah melakukan pemeriksaan dan saya sudah sampaikan semuanya dan hasilnya masih sementara diproses," ungkapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku Utara Drs H Adhan Alim, saat dihubungi mengakui bahwa kejadian itu tidak ada masalah.

"Tidak ada masalah, bahkan atlet yang mengikuti kejuaraan di Gorontalo tidak protes dari pihak panitia dan mereka berhasil memulangkan beberapa medali yang diraihnya," tandas Adhan Alim pada Lindo melalui alat komunikasinya di Sofifi.

Harapan beliau sebagai Kabid Olahraga agar atlet dan pelatih yang berada di PPLP bisa memenuhi target yang telah di tentukan. Dan apabila tidak memenuhi maka pelatih bisa di copot.

Hingga kini provinsi Maluku Utara tidak termasuk dari 12 Provinsi yang berada dibawah limit yang ditentukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. (RIDWAN)

 

Berita Terkait