Jumat, 22 Juni 2018 | 16:39:49 WIB

KETUA KELOMPOK GAPOKTAN DESA WAIRORO INDAH SELIPKAN DANA KELOMPOK RATUSAN JUTA RUPIAH

Minggu, 10 Juni 2018 | 13:17 WIB
KETUA KELOMPOK GAPOKTAN DESA WAIRORO INDAH SELIPKAN DANA KELOMPOK RATUSAN JUTA RUPIAH

Foto faisal lindo

HALTENG LINDO-ketua kelompok Tani Gapoktan desa wairoro indak kecamatan weda selatan kabupaten halmahera tengah di duga menggelapkan dana kelompok ratusan juta rupian.hingga kini ketua sudah memiliki mobil dan membangun rumah baru wairoro tgl 23/ April 2018

Dugaan penyelewengan dana tersebut di sampaikan oleh beberapa masyarakat desa wairoro indah kepada Liputanindonesianews.com beberapa waktu lalu.dalam laporannya,menurut pelapor bahwa ketua kelompok gapoktan Pak GITO semenjak menjabat ketua kelompok pada tahun 2013 hingga kita banyak menyimpan atau menyunat dana kelompok.

Memang benar kami sendiri adalah masyarakat yang terlibat dalam kelompok tani tersebut, dan dalam aturannya bahwa apabila kami melakukan kerja dalam percetakan sawah maka akan di bayar sekian juta,akan tetapi kenyataannya di lapangan tidak seperti apa yang di terapkan oleh aturan.ujarnya

Bukan cuman itu saja bahkan dia Gito juga selipkan dana kegiatan percetakan sawah yang belum sempat di garap, dan menurut dia dana tersebut akan di kembalikan ke kas daerah. Dan ,bahkan banyak mesin bajak, mesin tanam dan mesin perontok padi yang di peruntukan pemerintah kepada kelompok tani juga di jadikan hak milik pribadi oleh ketua kelompok gapoktan bapak Gito. Sehingga bagi petani yang mau memakai mesin tersebut harus  membayar kepada pak gito dan ketua-ketua kelompok lainnya dengan upah Rp.800.000 hingga Rp.1000.000 bahkan lebih dari itu tarifnya.tegasnya.

Sumber juga menambahkan bahwa ada juga mesin bajak yang mesinnya di copot untuk di jadikan mesin lampu milik pribadinya.dan uang percetakan sawah juga tidak di kasih dengan alasan pekerjaan kami jelek sehingga tidak di bayar dan ketua gapoktan juga beralasan bahwa sisa uang yang tidak tersalur di kelompok akan di kembalikan ke kas negara.

Lanjut sumber bahwa ketua gapoktan juga setiap kali di undang rapat dalam rangka pembahasan terkait kelompok dia tidak pernah hadir dengan alasan lagi sibuk kerja padahal sudah berulang-ulang kali di panggil,bahkan di panggil oleh kepala desa kurang lebih 5 kali juga dia tidak hadir dengan alasan yang sama.jelasnya.

Tambahnya bahwa bantuan bibit jagung dan pupuk pun di endapkan oleh ketua kelompok bahkan bantuan pupuk sudah d jual oleh ketua kelompok sehingga bibit jagung tersebut tidak dapat di bagikan ke warga dan sampai informasi ini sampai ke media bibit jagung masih tersimpan di dalam gudang.

Akibat dari itu semua dia gito membeli mobil Damtruk bermerek Mitsubishi warna kuning,dan bangun rumah baru dan tenaga tukang pun di ambil langsung  dari jawa timur.

Dari hasil konfirmasi dengan ketua kelompok gapoktan di ternate dia ketua kelompok meminta agar permasaalahan ini jangan di publikasikan ke media dan dia juga meminta agar ini semua dapat di selesaikan secara kekeluargaan dengan kata lain ketua kelompok mau menyuap sebanyak 10 juta,ke media .

Berita Terkait