Selasa, 14 Agustus 2018 | 13:40:22 WIB

KEPALA DESA FOYA TOBARU GANE TIMUR DI DUGA GELAPKAN DANA ADD Dan DD

Minggu, 10 Juni 2018 | 23:02 WIB
KEPALA DESA FOYA TOBARU GANE TIMUR DI DUGA GELAPKAN DANA ADD Dan DD

Foto Faisal Lindo

Gane Timur-Indikasi penyelewengan dana desa oleh kepala desa foya tobaru,Bapak Dapri. di kecamatan  Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan,maluku utara 9 juni 2018

Menurut sumber yang menginformasikan masalah tersebut kepada Lindo ,bahwa,kepala desa Foya Tobaru,dalam melaksanakan kegiatan desa,yang sumber angarannya dari dana ADD-DD sangat tidak transparansi.bahkan hampir  sekian banyak kegiatan di desa dikerjakan sendiri oleh kepala desa.

Yang kami tau kepala desa tidak pernah transparansi dalam keuangan ADD maupun DD karena setiap kegiatan tidak pernah ada papan Proyek ,dan bahkan papan informasi APBDES pun tidak di buatnya padahal ada anggaranya .katanya.

Dulunya sebelum desa kami menjadi desa persiapan,kami masi di bawah wilayah hukum desa foya tobaru itupun kami tidak pernah melihat ada program desa, yang di laksanakan di desa kami.

Lanjut sumber bahkan sampai  memasuki tahun ke 3 masa jabatannya sebagai kepala desa, baru tahun 2016 dan 2017 ini baru  kegiatan masuk di desa waimili , itupun hanya Rehap PAUD,Rehap kantor Desa dan pembuatan atap tempat  Air Wudhu di mesjid. itu pun di kerjakan sendiri oleh kepala desa . tegasnya.

Tambah sumber hingga sekarang ini kami di dusun Waimili setelah di tetapkan Pemerintah kabupaten sebagai desa persiapan pun,tetapi secara administrasi kami masih bergantung pada desa induk, yaitu desa foya tobaru.sehingga kami  masyarakat desa waimili yang mayoritas suku jawa ini berharap agar kepala desa kami jangan pilih kasih.karena kami tau bahwa dana yang di berikan pemerintah itu adalah hak kami masyarakat juga,kesalnya.

Dan jujur saja  hingga memasuki bulan April 2018 tidak ada sedikitpun dana yang di berikan kepala desa kepada kami,sehingga kami tidak dapat melakukan pembangunan di desa ini , sehingga untuk membuat jembatan darurat dari batang kelapa saja kami harus patungan dana agar kami masyarakat waimili bisa melakukan aktifitas keseharian kami sebagai petani dan itu kata kepala desa belum punya uang sehingga dia kepala desa hanya bisa bantu memberikan  batang kelapa sebanyak 11 pohon sementara untuk biaya angkut dan upah kerja kami patungan dan di bantu oleh pak babinsa.tegasnya

Berita Terkait