Jumat, 20 Oktober 2017 | 03:02:06 WIB

Distribusi KIS Salah Sasaran, Orang Meninggal Pun Masih Dapat Jatah KIS

Kamis, 21 Januari 2016 | 19:40 WIB
Distribusi KIS Salah Sasaran, Orang Meninggal Pun Masih Dapat Jatah KIS

Seorang warga sedang menunjukan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diprogramkan oleh pemerintah. (FOTO: IST/LINDO)

PONOROGO, LINDO - Lagi-lagi pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS) menjadi buah bibir di kalangan masyarakat bawah. Betapa tidak, ternyata distribusi KIS saat ini masih banyak yang salah sasaran. Dan temuan itu terjadi di hampir seluruh desa/kelurahan yang ada di kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

“Masyarakat miskin yang seharusnya mendapat perhatian pemerintah dalam layanan kesehatan melalui Kartu Indonesia Sehat atau KIS nyatanya malah ngaplo alias tidak mendapat KIS tersebut,” ucap Yani, warga Desa Madusari, Kecamatan Siman.

Sementara itu menurutnya banyak warga yang termasuk kaya raya malah mendapat KIS. “Jelas ini pembagian KIS yang amburadul dan tidak tepat sasaran,” kritiknya.

Lebih lanjut dia berharap kepada Pemerintah RI untuk lebih memperhatikan nasib masyarakat kecil, utamanya warga miskin. “Jangan sampai yang miskin di-kayakan dan yang kaya di-miskinkan,” paparnya.

Masih menurut Yani, lebih mencengangkan lagi Pemerintah RI masih mendistribusikan KIS kepada warga yang sudah meninggal dunia.

“Parah sekali jika orang yang sudah meninggal dunia malah mendapat KIS, sementara yang masih hidup dan layak mendapat KIS malah tidak mendapat jatah KIS,” jelasnya.

Menanggapi ruwetnya distribusi KIS ini, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im akhirnya angkat bicara. Menurutnya, pihak terkait kurang bisa melayani masyarakat miskin.

“Buktinya masih banyak temuan distribusi KIS yang salah sasaran, yang miskin malah tidak dapat, sedangkan yang kaya malah dapat KIS,” tutur Suli Da’im.

Menurutnya pemerintah masih bekerja hanya membangun pencitraan saja. “Pemerintah belum mampu memberikan solusi yang tepat bagi seluruh rakyat,” ungkap legislator PAN ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan problem kesehatan dan pendidikan yang terpenting bisa dinikmati oleh rakyat. “Sejauh ini pemerintah belum menunjukkan kesungguhan dalam memberikan pelayanan yang sungguh-sungguh pada rakyat padahal persoalan data orang-orang miskin dan kaya tidaklah sulit untuk mendapatkan,” tegasnya.

Secara tegas, pria kelahiran Lamongan ini menerangkan bila hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika pemerintah bekerja jeli dan berdasarkan data yang valid, bukan data yang lama dipakai.

“Nampaknya orang miskin selalu mengalami kesulitan jika melakukan pengobatan. Padahal orang miskin itu menjadi tanggung jawab negara,” terangnya. (MUH NURCHOLIS)

EDITOR : EDITOR: AHMAD DAILANGI

Berita Terkait

  1. Ridwan21 Januari 2016 | 19:44

    kenapa bs bgitu, ada sitem pengawasan dri pemrintah ngk, kok orang kaya yg terima KIS, kalau orang mati masih dapat KIS berarti duitnya diantar k kuburan x..hehehehe...

  2. Erni..21 Januari 2016 | 19:46

    Yah ngk gitu kali mas... masa orang meninggal masih dpt kartu sehat... sp sih yg kasih jatah KIS ke warga...?

Baca Juga