Kamis, 19 Juli 2018 | 11:13:44 WIB

Soal Pertambangan, Dirut PT TLJ Minta Warga Bersatu

Kamis, 21 Juni 2018 | 21:51 WIB
Soal Pertambangan, Dirut PT TLJ Minta Warga Bersatu

Direktur Utama PT. Terrarex Lumina Jaya Frans Nongka (tengah berkacamata) sedang melakukan silaturahmi dengan warga Akelamokao di Desa Akelamokao, Kecamatan Jailolo Timur, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Rabu (20/6). (FOTO: ALDY/LINDO)

HALBAR, LINDO - Direktur Utama PT. Terrarex Lumina Jaya (TLJ) Frans Nongka menginginkan agar seluruh warga yang lokasinya terkena area lingkar tambang bisa memahami regulasi  izin usaha pertambangan yang dilakukan oleh PT Terrarex Lumina Jaya di Desa Akelamokao, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

“Saya minta masyarakat bisa memahami soal izin usaha pertambangan yang dilakukan oleh PT. TLJ yang ada di Desa Akelamokao," kata Frans usai pertemuan dengan warga Desa Akelamokao, pada Kamis (20/6) malam.

Lebih lanjut Frans mencontohkan pada perusahaan lain jika izin perusahaan salah menereapkan maka secara otomatis tentu pemerintah akan melakukan penutupan izin usahanya.

"Kalau ada perushaan tidak mampu menyebarkan sisi lingkungan termasuk tidak menerapkan Amdalnya dengan baik, maka secara otomatis pemerintah akan mencabut izin usaha operasionalnya," tegas Frans.

Masyarakat, menurutnya harus memahami soal isi Analisis Dampak Lingkungan Hidup (Amdal), karena sejauh ini perusahaan sudah melakukan hal itu dan mampu menjelaskan serta menerapkan soal Amdal itu pada masyarakat.

"Kalau masyarakat bisa memahami soal isi Amdal, maka solusinya mereka siap mejalankan apa yang sudah disediakan oleh perushaan TLJ," ujarnya.  

Dalam pertemuan itu, perusahaan yang diwakilkan oleh Direktur Utama PT. Terrarex Lumina Jaya Frans Nongka berharap agar masyarakat mau bekerjasama soal kehadiran perushaan TLJ di Desa Akelamokao dan perusahaan siap menjelaskan soal analisis dampak lingkungan hidup (Amdal) di area pertambangan, khususnya yang ada di Desa Akelamokao.

"Soal permintaan tentang dokumen Amdal akan kami siapkan secepatnya, kami ingin masyarakat tahu dan selalu terbuka soal kehadiran perusahaan TLJ di Desa Akelamokao," tandasnya.

Soal kegiatan ekplorasi diperushaannya, Frans masih mempercayakan tingkat keamanan pada karyawan perusahaan TLJ dan warga masyarakat Akelamokao. Dia juga tidak menginginkan adanya gejolak di kalangan masyarakat, bahkan dia juga menawarkan agar warga ikut berperan dalam hal keamanan di lokasi pertambangan.

"Saya rasa aman-aman saja, tidak ada aktifitas yang menonjol atau pergerakan dari masyarakat. Mereka semua menginginkan agar di desanya selalu kondusif. Masyarakat sangat antusias atas kehadiran perushaan TLJ di desa Akalamokao," paparnya.

Sebelumnya pihak perusahaan TLJ mengadakan forum diskusi untuk membeicarakan seputar izin pertambangan dan soal Amdal. Dirut TLJ juga banyak mempaparkan soal tehknis dan mekanisme perusahaan terhadap kebijakan yang diterapakan nanti. (ALDY)

 

Berita Terkait