Minggu, 19 November 2017 | 20:56:56 WIB

“Anies Baswedan“ Konsep Pemimpin Masa Depan Indonesia

Jum'at, 13 November 2015 | 17:47 WIB
“Anies Baswedan“ Konsep Pemimpin Masa Depan Indonesia

Presiden pertama Ir Soekarno melakukan orasi dihadapan ribuan rakyat di silang Monas, Jakarta. (FOTO: IST/LINDO)

Berilah saya seribu orang tua, saya bersama mereka kiranya dapat memindahkan gunung Semeru. Tetapi, apabila saya diberi sepuluh pemuda yang bersemangat dan berapi-api kecintaannya terhadap bangsa dan tanah air tanah tumpah darahnya, saya akan dapat menggemparkan dunia!
"Soekarno”

Begitulah digambarkan  Soekarno bahwa pemuda sanggup memberikan banyak kekuatan untuk membangun bangsa ini. sosok pemimpin masa depan yang mampu merubah rekontruksi berpikir masyarakatnya akan masa depan itu sendiri. Bangsa dimana dapat mencapai tujuan kemerdekaan yang tak hayal sampai saat ini belum tercapai secara maksimal. Lewat genggaman pemuda semua itu digambarkan Soekarno akan terjadinya imperium pada masanya.

Pelu di ingat  "Indeks prestasi yang tinggi saja tidak cukup untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. IP yang tinggi memang akan mengantarkan Anda hingga ke tahap wawancara kerja. Namun jiwa kepemimpinanlah yang akan memberikan Anda pekerjaan tersebut,"
 
Pemimpin muda yang tulus mengabdi demi mencerdaskan anak bangsa, kompeten dalam bidangnya, memberikan semangat serta membuka jendela akan terbentuknya negara yang ideal dimana setiap anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak sebagai upaya menjadikan indonesia yang lebih baik.
 
Melihat lintas zaman, maka tantangan akan kita hadapi di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana wajah Indonesia di masa kemarin dan saat ini. Bagaimana kemudian kepemimpinan yang dibangun masa kini masihlah lambat namun telah terlihat arah yang jelas. Pemuda Indonesia harus punya keunggulan berdasarkan: basis pengetahuan (state of knowledge), kemampuan berbahasa asing, sikap profesional, dan peluang membuka dan mengembangkan akses capital. Keseimbangan peran civil society, state, and market seharusnya dijawab melalui peningkatan kualitas pendidikan nasional. Selama ini yang disiapkan hanya civil society dan state saja, tapi market-nya masih kurang. Sehingga pemuda berstatus sarjana masih kesulitan mencari kerja, apalagi menciptakan lapangan kerja baru Indonesia.
 
yang harus dipersiapkan pemuda masa depan dalam menghadapi pola kepemimpinan yang lebih memahami aspek kerakyatan.

Pertama, prinsip hidup yang cerdas, maka dia akan berpikir, berbicara dan bertindak cerdas. Sehingga dia tidak akan mudah untuk melakukan sesuatu yang justru akan menghancurkan dirinya, dan masyarakat yang ada disekelilingnya. Kedua, seorang pemimpin haruslah memiliki sikap yang mandiri,

ketika seorang pemimpin tidak memiliki sikap mandiri maka sama saja dia memiliki mental yang lemah yang akan membuat dia dapat diatur oleh sekelompok orang yang memiliki niat buruk. Bentuk dari sikap yang mandiri ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata dengan bentuk ketika kondisi mental seseorang, opini, atau cara berpikir seseorang tersebut direfleksikan dalam perkataan, tindakan, pemikiran dan perilakunya yang mandiri tanpa harus selalu tergantung pada orang lain sehingga terbentuk dalam sikap atau keteguhan tekad. Ketiga, seorang pemimpin haruslah memiliki komitmen perilaku yang bernurani. Maksudnya adalah ketika seseorang menjadi pemimpin dia haruslah mengaplikasikan keyakinan dan kesungguhan dalam hidupnya dalam melakukan sesuatu, sampai tercapainya harapan yang diinginkan tercapai dengan acuan nurani atau perasaan yang tidak akan melukai atau menyakiti orang lain.
 
Indonesia merindukan sosok pemimpin lagi pasca reformasi. Pemimpin yang tidak hanya mampu membawa bangsa ini dalam demokrasi namun juga mampu menyebarkan nilai kesejahteraan. Pemimpin yang tidak hanya terdiri dari beberapa orang saja namun secara kolektif.

Pemimpin yang bisa memberikan kemajuan menjadi bangsa yang merdeka dari penjajahan, karena penjajahan saat ini bukan lagi perebutan kemerdekaan, akan tetapi penjajahan oleh budaya hedonis dan modernitas yang akan meninabobokan kita. Jangan sampai itu semua terjadi, dan bukan hanya Anies Baswedan yang berjuang sendiri karena perubahan bangsa Indonesia adalah di tangan kita, generasi muda bangsa Indonesia. (Ayubdin Nasution)

EDITOR : MUSLIH

Berita Terkait

Baca Juga