Sabtu, 21 Juli 2018 | 03:18:24 WIB

Kasau Harap "The Next Habibie" Lahir Dari SMA Pradita Dirgantara

Minggu, 8 Juli 2018 | 19:11 WIB
Kasau Harap

(FOTO : DISPENAU/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menjelang peresmian sekaligus grand opening sekolah unggulan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AU) yaitu SMA Pradita Dirgantara, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E.,M.M mengungkapkan harapannya kepada para calon siswa dan siswi SMA Pradita Dirgantara, agar dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik.

“Calon siswa dan siswi SMA Pradita Dirgantara juga agar menekuni setiap bidang pelajaran, agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif, mandiri dan berwawasan dirgantara sehingga dapat menjadi "The Next Habibie" di masa mendatang,” kata Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, saat memberikan pembekalan kepada 150 calon siswa dan siswi SMA Pradita Dirgantara, di Auditorium SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (8/7).

Ke-150 orang yang terdiri dari 70 siswa dan 80 siswi ini, merupakan pemuda - pemudi dari seluruh Indonesia yang telah terpilih dari ribuan pendaftar pada seleksi yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Menurut Kasau, Negara Indonesia adalah sebuah negara yang besar, dan akan semakin tumbuh menjadi negara yang lebih besar lagi.  "Namun demikian, kita juga harus waspada terhadap segala kemungkinan kerawanan ataupun ancaman yang dapat timbul bagi negara ini," ujar Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Dari hal tersebut tambahnya, perlu adanya kewaspadaan guna mengantisipasi ancaman tersebut, yakni dengan suatu upaya dalam rangka melindungi, membela serta mempertahankan tetap tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Itulah esensi dari pengertian Bela Negara," terang Kasau.

Menurutnya, Bela Negara bukanlah wajib militer, "Bicara tentang bela negara tidak harus selalu diidentikkan dengan TNI/Polri, walaupun dasarnya sama yakni melindungi eksistensi negara," jelasnya.

Di bagian lain pembekalannya, Kasau menyampaikan bela negara bukanlah hanya tugas TNI/Polri saja, namun juga seluruh warga negara Indonesia.

"Hal ini karena jumlah aparat TNI/Polri tidaklah sebanding dengan masyarakat serta luas wilayah Indonesia.  Adanya keterbatasan ini tentu membutuhkan peran serta seluruh warga negara untuk bersama-sama menjaga kedaulatan bangsa dan bumi Indonesia, di samping itu juga sebagai wujud terima kasih warga negara terhadap negara serta para pahlawan pendahulu atas perjuangannya mewujudkan NKRI hingga dapat menjadi seperti saat ini," ungkap Kasau.

Kemudian berkenaan dengan para siswa, Kasau mengatakan bela negara dapat diimplementasikan oleh para pelajar melalui belajar dengan baik dan tekun, kemudian mentaati aturan, tata tertib serta hukum yang berlaku, lalu turut serta memelihara keamanan lingkungan dan menjaga nama baik sekolah, serta menjaga budaya bangsa dan tidak terpengaruh budaya asing yang berpotensi merusak generasi penerus bangsa.

"Jadilah yang terdepan dalam hal pencapaian prestasi, serta menjadi siswa yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa ini," ucap Kasau.

Seusai memberikan pembekalan, Kasau juga melakukan peninjauan fasilitas SMA Pradita Dirgantara yang rencananya akan diresmikan pada Rabu (11/7) mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan pembekalan ini, para pejabat TNI AU, Ketum PIA Ardhya Garini Ny. Ayu Yuyu Sutisna beserta pengurus PIA AG dan Yasarini, Kepala Sekolah serta para pengajar SMA Pradita Dirgantara. (ARMAN R)

 

Berita Terkait