Jumat, 16 November 2018 | 08:43:40 WIB

Terkait Pembakaran Rumah di Desa Roko, ini Penjelasan Polres Halut

Kamis, 12 Juli 2018 | 21:35 WIB
Terkait Pembakaran Rumah di Desa Roko, ini Penjelasan Polres Halut

Foto Kasat Reskrim Halut, AKP. Rusli Mangoda.(LINDO/Ivan)

HALUT, LINDO- Kepolisian Resort (Polres) Halahera Utara (Halut) melalui Kasat Resort Kriminal (Rekrim) akhirnya menjelaskan kronologis masalah hingga terjadinya aksi Pembakaran rumah warga.

Kasat Reskrim Polres Halut, AKP. Rusli Mangoda ketika dikonfirmasi wartawan liputanindonesianews.com terkait kejadian tersebut, Dia menjelaskan melalui rilisnya bahwa, pada hari Senin Tanggal 02 Juli 2018 sekitar pukul 15.00 wit telah terjadi penganiyaayan yang dilakukan oleh Ibu Oktavina Muhibu kepada Rince Taufan Cani yang berusia 8 tahun, dimana kejadian tersebut terjadi saat ibu Oktovina Muhibu pulang keruma selepas Dari kebun, setelah sesampainya dirubah Ibu Oktovina pun mencari dan memanggil anaknya. Namun, saat Ibu Oktovina Memanggil Anaknya Rince Taufina Cari yang menyahut. Mengetahui yang menyahut bukanlah anaknya, Ibu Oktovina pun emosi dan menghampiri korban dan menampar korban sebanyak 1 kali, setelah memukul korban pelaku pun kembali kerumah, pada saat kejadian tersebut orang tua dari Rince masih berada dikebun sehingga saat kejadian sampai dengan hari minggu tanggal 08 juli 2018 belum ada laporan dari pihak Korban ke Mapolsek Galela.

"Satu Minggu setelah itu tepatnya, Senin (09 Juli 2018) sekitar Pukul 08.00 wit korban Sudah mulai merasakan dampak dari pemukulan oleh pelaku yang mana hidung Korban sudah Mulai Mengeluarkan darah sehingga ketua RT datang menghampiri Pelaku untuk memberi tahu Kondisi Korban yang semakin Parah, setelah itu Pukul 22.00 wit aparat desa datang memberi tahu kepada Pelaku bahwa perintah dari Kades Bahwa Pelaku Harus Mengamnkan diri ke Mapolsek Galela karena Korban sudah semakin parah dan telah dibawa Kerumah Sakit Umum Tobelo karena Dikhawatirkan Adanya Reaksi Dari Keluarga korban. Saat itu juga Pelaku pun mengamankan diri Di Mapolsek Galela,"tandasnya

Lanjut Rusli, pada Hari Rabu (11 Juli 2018) sekitar Pukul 13.30 wit Korban telah meninggal dunia di RSUD tobelo, akhirnya 4 anggota Polsek Galela turun Ke Desa Roko guna Cipta Kondisi dan menghimbau kepada pihak korban agar menahan diri dan jangan ada tindakan lain yang berdampak pada gangguan Kamtibmas.

"Setelah dari itu anggota polsek pun berinisiatif untuk mengamankan pihak keluarga pelaku ke mapolsek Galela karena dihawatirkan ada reaksi dari sebagian pihak keluarga yang tidak menerima korban telah meninggal dunia. Setelah mengamankan pihak pelaku Anggota Polsek kembali ke desa Roko. Setelah sampai didesa Roko rumah dari Pelaku dan ayah Pelaku sudah dirusaki dan dibakar Oleh sebagian masyarakat. para pelaku yang membakar Rumah dalam proses penyelidikan,"tutup Rusli(Van)

Berita Terkait